Komisi X DPR Pesimis KBM Tatap Muka di Sekolah Dimulai Juli

KBM Tatap Muka di Sekolah
ANGGOTA Komisi X DPR RI Ledia Hanifa. keanu/ruber.id

BERITA BANDUNG, ruber.id – Anggota Komisi X DPR RI mengaku pesimis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah bisa terlaksana pada Juli 2021.

Rencana KBM di sekolah ini mulai ramai diperbincangkan, akan tetapi erbagai pandangan soal rencana tersebut terus berkembang.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengatakan kemungkinannya sangat beresiko.

Sebab, kata Ledia, kualitas proses pembelajaran yang dipertanyakan, dan varian baru Covid-19 yang masih terus bermunculan.

Ledia menyebutkan, pembelajaran tatap muka yang mencuat akan dilaksanakan pada Juli 2021 nanti, memiliki serangkaian problema tersendiri.

“Banyak hal yang patut dipertimbangkan secara matang, sebelum PTM ini bisa dilaksanakan,” katanya.

Baca juga:  Dua Situ di Kampus ITB Jatinangor Ternyata Memiliki Sejumlah Fungsi ‘Tersembunyi’

Menurut ledia, pelaksanaan belajar secara daring saat ini memang akan lebih menimbulkan dampak negatif jika dibandingkan dengan penyampaian kualitas materi pendidikan secara menyeluruh.

Seperti halnya siswa hanya diberi tugas setiap hari, tanpa adanya interaksi sosial bersama guru dan teman-temannya di sekolah.

“Jika PTM inj dilakukan, maka vaksinasi terhadap tenaga pendidik menjadi prioritas, sebagai jaminan pelaksanaan PTM dapat terealisasi,” jelasnya.

Akan tetapi, kata Ledia, melihat perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dengan kasus penularan yang masih tinggi, rencana pemberlakukan PTM ini harus kembali dievaluasi.

“Meski, di sisi lain saya mengapresiasi gagasan Kemeterian Pendidikan dengan metode pembelajaran hibrida yang menggabungkan metode tatap muka dan daring atau online,” ucapnya.

Baca juga:  SMK Farmasi Nurul Firdaus: Biaya Pendidikan Murah, Kompetensi Terarah

Pada kenyataannya, anak didik sudah jenuh belajar di rumah. Sehingga, bersekolah secara langsung adalah hal yang paling ditunggu.

Jika pemerintah tetap menyelenggarakan belajar tatap muka dengan metode hibrida, maka pola pengajaran harus adil. (keanu)

BACA JUGA: Jelang Belajar di Sekolah, Ratusan Guru di Kota Bandung Disuntik Vaksin Covid-19