Kilas Balik PD I, Invasi Rusia ke Ukraina Picu Perang Dunia III

Invasi Rusia ke Ukraina Picu Perang Dunia III
Foto Istockphoto.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Menilik perang antara Rusia dan Ukraina yang dibantu oleh Amerika Serikat serta sekutunya, banyak yang memprediksi akan menjadi Perang Dunia ke-3 (PD III).

Sebelumnya, dunia sudah mengukir sejarah perang besar-besaran dengan terjadinya PD I dan PD II.

Sejarah Perang Dunia I

Kali ini, ruber.id mengajak kamu kilas balik ke 1900-an, saat terjadinya Perang Dunia ke-1.

Penyebab awal PD I cukup bikin jidat mengernyit, yakni dipicu pembunuhan Franz Ferdinand dan istrinya, Sophie Chotek.

Franz Ferdinand bukanlah pria sembarangan, dia pewaris takhta kekaisaran Austro-Hongaria.

Dia, ditembak mati oleh seorang nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip pada 28 Juni 1914.

Princip merupakan salah satu dari ribuan nasionalis bawah tanah Serbia, yang menginginkan kemerdekaan negerinya. Dari penjajahan pemerintahan Austro-Hongaria, termasuk wilayah Bosnia dan Herzegovina.

Baca juga:  Makhluk Mirip Alien Ditemukan di Australia, Hewan Apakah Itu?

Banyak negara yang mengutuk serangan tersebut, namun ada satu negara yang vokal mendukung Serbia.

Ya, negara itu adalah Rusia dan sejak dulu Rusia cukup disegani sebab wilayahnya yang luas serta peralatan perang yang memang tidak main-main.

Melihat ‘bekingan’ Serbia, Austro-Hongaria (Austro sekarang Austria) agak gemetar.

Mereka pun melipir ke Jerman, dan menanti jawaban dari Kaiser Wilhelm II untuk mendukung mereka.

Hingga jawaban pasti itu datang, Jerman support sepenuhnya pada Austro-Hongaria. Jadilah negara itu mengirimkan ultimatum ke Serbia.

Ultimatum tersebut tak membuat Serbia tunduk, jadilah persiapan pertikaian dimulai. Dan sekutu kedua negara masing-masing merapatkan barisan. Hingga terbentuk blok yang dikenal sebagai Blok Sekutu dan Blok Sentral.

Baca juga:  Umat Kristiani Palestina Serukan Jihad Sampai Mati, Jaga Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci

Blok Sekutu beranggotakan Inggris Raya, Italia, Perancis, Rusia, Romania, Jepang dan Amerika Serikat (AS).

Sementara Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austro-Hongaria, Bulgaria, serta kekaisaran Ottoman (Turki).

Keduanya saling melancarkan serangan, terhitung sejak pecah perang 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 yang kini dikenal sebagai Perang Dunia ke-1.

Blok Sentral Kalah Telak

Kekalahan telak harus diterima Blok Sentral, dan hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi sejarah dunia.

Salah satunya, 4 kekaisaran terbesar di Eropa membentuk negara republik. Yakni Austria-Hongaria, Jerman, Rusia, dan Turki.

Pasca PD I, juga menimbulkan banyak penderitaan. Kelaparan di banyak negara Eropa, termasuk Rusia.

Sebab lahan pertanian porak poranda, pengangguran dan kemiskinan tak bisa disebutkan lagi jumlahnya.

Bahkan, AS pun mengalami kehancuran sektor ekonomi.

Baca juga:  PD II Lebih Dahsyat Dibanding Perang Rusia-Ukraina

PD I juga memakan korban hingga 14 juta orang tewas dan 21 juta orang cacat permanen akibat terkena bom hingga tembakan.

Namun, ada sisi baik yang timbul pula saat lepas perang. Yakni lahirnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

Cikal bakal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diprakarsai Woodrow Wilson, presiden AS kala itu.

Di masa lalu, saat AS dan Rusia amat dekat, seharusnya bisa menjadi memori yang dibangkitkan agar tercapainya negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Pantas saja, jika bapak bangsa Indonesia Ir. Soekarno mengatakan ‘Jangan Pernah Melupakan Sejarah’.

Sebab, banyak peristiwa masa lalu yang bisa diambil hikmahnya di masa kini untuk kelangsungan hidup dunia yang lebih baik lagi.

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: R003