Kaum Muda Tasikmalaya Diajak Ciptakan Konten Kreatif

Kaum Muda Tasikmalaya Diajak Ciptakan Konten Kreatif
Peserta Workshop Konten Kreator berfoto bersama, di Ruang Ide Kota Tasikmalaya, Sabtu (18/12/2021). ist/ruber.id

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya Ashmansyah Timutiah mengajak Kaum muda di Tasikmalaya untuk menciptakan konten yang berisi hal-hal positif dan kreatif di platform media sosial.

Ashmansyah menyampaikan hal itu dalam sambutan pembuka Konten Kreator, di Ruang Ide, Jalan HZ Mustafa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (18/12/2021).

Workshop Konten Kreator terlaksana sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Seni Akhir Tahun Syukur Waktu 10.

Yaitu, agenda rutin tahunan Komunitas Cermin Tasikmalaya, yang telah berjalan selama sembilan tahun terakhir.

Workshop dengan peserta sebanyak 40 orang ini terdiri dari berbagai kalangan.

Tujuannya, untuk mengarahkan generasi muda Tasikmalaya agar memanfaatkan media sosial. Sebagai sarana berbagi hal yang positif dan kreatif.

Puluhan peserta begitu antusias mengikuti pelatihan yang membahas pemanfaatan media sosial sebagai layanan daring (online).

Baca juga:  Situ Gede Tasikmalaya dan Mitos Orang Sumedang Dilarang ke Sini

Pengguna media sosial bahkan tak hanya mengonsumsi, namun turut berpartisipasi membuat dan mengomentari. Hingga menyebarkan beragam konten dalam berbagai format teks, gambar, audio, atau video.

“Jangan alergi dengan teknologi, manfaatkan untuk hal-hal positif dan berguna.”

“Mari kita mulai cerdas menggunakan media sosial dengan menciptakan konten-konten yang kreatif dan tentunya bermanfaat bagi semua pembacanya.”

“Mari (kita) bari bangkit dan berkarya,” ajak Ashmansyah Timutiah, dalam sambutannya.

Pemateri dari pelatihan konten kreator ini adalah seorang jurnalis media nasional Rommy Roosyana.

Pengetahuan Dasar yang Harus Konten Kreator Miliki

Dalam paparannya, jurnalis yang bertugas juga sebagai tim audience development Tempo Media Grup itu menjelaskan, pengetahuan dasar penulisan caption, cara membuat konten kreatif, dan konten edukatif.

Rommy juga menyampaikan, bahwa pemanfaatan media sosial beberapa platform bisa monetisasi atau menjadi sumber penghasilan.

Baca juga:  Pak Uu Minta Salat Tarawih di Jabar Ikuti Standar Aturan Pemerintah

“Kontent Kreator bukan sekadar pencipta konten. Ada fungsi besar yang bisa dimanfaatkan dunia marketing di era digital ini.”

“Bahkan, ada juga yang menyebut kontent kreator sebagai motor penggerak marketing,” kata Rommy kepada para peserta.

Namun, kata Rommy, seorang kontent kreator harus menguasai beberapa kemampuan.

Yakni mampu mencari ide konten, mampu mengedit, dan mampu memanfaatkan media sosial.

“Tapi, jangan pernah langsung berpikir bahwa menjadi pembuat konten bisa serta merta menjadi sumber pendapatan utama.”

“Kenapa demikian? Mindset utama yang mesti kita pegang sebagai kontent kreator ini, selain cara menjadi YouTuber atau Selebgram sukses, adalah berbagi dan berkontribusi,” kata Rommy mengingatkan.

Rommy mengatakan, banyak sekali bahan yang dapat menjadi materi konten.

Rommy menyebutkan, ada beberapa kluster konten yang mudah viral. Di antaranya konten yang bernilai, konten kontroversial, konten relevan.

Baca juga:  Literasi di Era Digitalisasi, Bupati Sumedang: Saring Sebelum Sharing

Kemudian konten negatif, dan konten humor, dan pembahasan mengenai strategi posting konten.

“Tapi jangan sesekali membuat konten negatif seperti kabar hoaks atau yang menyinggung SARA,” tegasnya mengingatkan.

Rommy menambahkan, media sosial memungkinkan penggunanya untuk membangun percakapan. Mempermudah pertemuan beberapa atau banyak orang dengan minat sama.

Media ini juga memudahkan pengelola usaha, organisasi masyarakat, sampai lembaga pemerintah untuk terkoneksi langsung dengan publik.

Seorang peserta pelatihan, M Hilmi Nazwan, asal Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku sangat merasakan manfaat pelatihan tersebut.

Hilmi yang menggeluti usaha konveksi kaus termotivasi untuk memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya.

“Alhamdulillah, ilmu saya bertambah untuk memasarkan produk. Dengan memanfaatkan teknologi digital platform medis sosial,” kata Hilmi.

Penulis: Andy Kusmayadi/Editor: Bam