Komunitas Perjalanan Tasikmalaya Ajak Piknik Lansia ke Galunggung dan Asia Plaza

Komunitas Perjalanan Tasikmalaya Ajak Piknik Lansia

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Komunitas penyelenggara perjalanan mengajak 50 warga lanjut usia (Lansia) piknik ke destinasi wisata Gunung Galunggung dan Plaza Asia Tasikmalaya.

Seluruh lansia ini merupakan penghuni Panti Welas Asih. Yang berlokasi di Jalan Raya Singaparna, Desa Cikadongdong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Perjalanan itu, mulai pukul 08.00 WIB, menuju Cipanas Galunggung, dengan menumpang dua unit bus, Kamis (16/12/2021).

Di sana, mereka menikmati indahnya pemandangan alam sekalin bertadabur.

Selain itu, para lansia juga terhanyut dalam beragam permainan unik yang telah panitia siapkan.

Permainan interaktif seperti memindahkan karet gelang memakain sedotan. Lempar bola ke dalam ember, hingga mengajak bernyanyi naik-naik ke puncak gunung.

Berbagai ekspresi tersirat dari wajah mereka, malah sebagian ada yang sampai meneteskan air mata. Saking gembira bisa menikmati keindahan alam dan menghirup udara segar pegunungan.

Baca juga:  Seni Teater dan Longser Semarakkan HUT ke-76 RI di Cigaraja Paseh Tasikmalaya

Kegiatan di Gunung Galunggung berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Kemudian perjalan berlanjut menuju Plaza Asia Tasikmalaya.

Sebuah pusat perbelanjaan di Jalan KHZ Mustofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Di sana, komunitas Badut Tasik (Battik) serta Magic of Sukapura (MoS) menyambut para lansia.

Aneka gaya makeup anggota Battik yang lucu dengan kostum warna-warni, lengkap dengan tingkah kocaknya, mengundang tawa para lansia.

Semua anggota Battik menyambut para lansia memasuki gedung.

Ada yang membopong, membantu mendorong kursi roda. Bahkan, ada yang rela menggendong seorang kakek yang tak sanggup berjalan.

Usai memasuki ruangan gedung, rombongan beristirahat sejenak, lalu santap siang bersama.

Setelah menikmati hidangan yang panitia suguhkan. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan dari perwakilan panitia pelaksana, Theodora.

Ucapan Syukur untuk Kebahagiaan Lansia

Dalam sambutannya, Theodora yang akrab dengan sapaan Dora, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung acara tersebut.

Baca juga:  Arus Mudik di Gentong Mulai Ramai, Kapolres Tasikmalaya Kota Imbau Pemudik Berhati-hati

“Tak banyak yang dapat saya sampaikan dalam sambutan ini. Selain ucap syukur dan terima kasih kepada para pendukung serta para donatur.”

“Kegiatan ini di luar ekspektasi, karena melihat antusias semua bapak, ibu warga Welas Asih,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Selesai sambutan dari perwakilan panita, pengasuh Panti Jompo Welas Asih, Eka menyampaikan ucapan serupa.

Ia menyampaikan kebahagiaan dan kegembiraan para lansia yang telah mereka ajak jalan-jalan bersama.

“Begitu senang dan bahagianya kami, jalan-jalan ke Galunggung. Dalam benak para lansia bertanya-tanya kita mau ke AP (Asia Plaza).”

“AP itu apa? Mereka tercengang saat masuk ke mall besar ini. Sangat bahagia dan gembira, beribu terima kasih saya ucapkan untuk semuanya,” katanya.

Baca juga:  Tiga Instansi Tandatangani Nota Kesepakatan Terkait Penataan PKL Tasikmalaya, Ini 4 Poin Isinya

Untuk mencairkan susana, Badut Tasik kemudian menyuguhkan pertunjukan kocaknya.

Memulai dengan bermain juggling, game interaktif, dan mengajak berkreasi dengan media balon.

Para lansia kembali terlihat ceria, apalagi saat pertunjukkan sulap komedi.

Acara penutupan dengan menyanyi bersama dengan iringan dari pemusik yang panitia penyelenggara datangkan melengkapi rangkaian acara.

Ngamulyakeun Sepuh

Acara bertajuk Ngamulyakeun Sepuh yang berarti memuliakan orang tua, ini terlaksana berkat kerjasama lintas komunitas di Tasikmalaya.

Yakni Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Wisata Indonesia (Asperwi).

Asosiasi Travel Agent Kota Tasikmalaya (Atraksi). Dan, Komunitas Tour Leader Tasikimalaya (KTLT).

Seluruh komunitas menggelar kegiaran ini atas dasar kepedulian mereka kepada para lansia.

Tujuan kegiatan piknik lansia ini, untuk memberikan pengalaman baru. Dan membahagiakan para warga panti, karena keseharian para lansia hanya berdiam diri di lingkungan panti.

Penulis: Andy Kusmayadi/Editor: Bam