Kasus Demam Berdarah di Sumedang Tinggi, Angka Kematian Capai 5 Orang

  • Bagikan

SUMEDANG, ruber.id – Pada tahun 2020, angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencapai 5 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dr Reny K Anton menyatakan, kasus kematian tertinggi ada di bulan Maret 2020.

“Untuk jumlah korban meninggal dunia akibat kasus DBD ada 5 orang di Kabupaten Sumedang,” ucapnya kepada ruber.id, Rabu (29/7/2020).

Reny menjelaskan, pada bulan Januari, kasus DBD ada 52, di bulan Februari ada 66 kasus.

Kemudian pada bulan Maret yang paling tinggi ada 114 kasus, bulan April ada 47 kasus.

Lalu pada bulan Mei ada 58 kasus, bulan Juni ada 73 kasus, dan pada bulan Juli ada 57 kasus.

“Dari kasus tersebut, di bulan Februari ada 2 orang meninggal dunia, sementara pada bulan Maret ada 3 kasus meninggal,” jelasnya.

Reny mengatakan, untuk kecamatan dengan kasus terbanyak berada di Kecamatan Jatinunggal.

Selanjutnya di Kecamatan Ujungnya, Kecamatan Sumedang Selatan, kecamatan Darmaraja, dan Kecamatan Pamulihan.

“Lima kecamatan ini merupakan kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di tahun 2020,” sebutnya.

Reny menyebutkan, untuk melakukan pencegahan dan pengendalian DBD, yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkesinambungan dan menyeluruh dengan peran aktif dari masyarakat.

“Saya berharap masyarakat segera aktifkan kembali Girij atau Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.”

“Karena sebetulnya, Girij ini sudah terbentuk di tiap desa, hanya saja sudah jarang dilakukan oleh masyarakat,” terangnya.

Rencananya, lanjut Reny, Dinas Kesehatan Sumedang akan melakukan PSN serentak, pada 7 Agustus 2020, nanti.

“Saya sangat mengharapkan masyarakat berperan aktif dalam melakukan kegiatan PSN serentak nanti,” harapnya. (R021/Arief Taufik)

Baca Juga: Sudah Ada 2 Kematian, Kasus Demam Berdarah di Sumedang Tinggi di 3 Kecamatan

  • Bagikan