21.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Kadin Pangandaran Launching Program Penanaman Umbi Porang

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melakukan launching perdana penanaman Umbi Porang di Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kamis (2/9/2021).

Keseriusan dalam upaya menyukseskan budidaya porang atau iles-iles ini, Kadin Pangandaran menggandeng Bank bjb dan eksportir asal Semarang, yakni PT Joglosemar Karangsari Makmur.

Kegiatan yang digelar di lahan calon kebun porangĀ ini, disaksikan langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) serta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ketua Kadin Pangandaran Yayan Sugiyantoro mengatakan, sektor pertanian di Pangandaran merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar.

“Sektor pertanian menempati angka 23,41% dan menjadi PDRB terbesar dibandingkan sektor lain,” kata Yayan usai acara penandatanganan kerjasama itu.

BACA JUGA:  Minibus Jenis Carry Terbakar di Jalan Raya Pangandaran-Kalipucang
BACA JUGA:  Konsultasi LKPJ TA 2018, DPRD Pangandaran Kunjungi Bappeda Jabar

Karena itu, pihaknya memiliki terobosan baru dalam rangka menyukseskan sektor pertanian. Yakni menjadi bagian penting dari program penanaman porang di Pangandaran.

“Mayoritas masyarakat kehidupannya ditopang pertanian. Tapi petani punya dua masalah, bisa tanam tak bisa jual atau bisa jual tak bisa tanam. Itu dua persoalan yang kami temukan,” ujarnya.

Yayan menuturkan, sejatinya petani selalu bertemu dengan tengkulak saat memiliki hasil bumi yang mereka tanam. Petani tak pernah bertemu langsung dengan pembeli yang membutuhkan.

“Tentu harga hasil tanam mereka (petani) dipermainkan. Nah, kami di sini membangun kerjasama dengan Bank bjb Pangandaran dan perusahaan eksportir,” tuturnya.

Kadin Pangandaran menggalang petani porang untuk melakukan produksi. Sedangkan perbankan melalui permodalan dari Bank bjb. Dan pembeli melalui PT Joglosemar Karangsari Makmur sebagai perusahaan eksportir.

BACA JUGA:  Pariwisata Carut Marut Akibat PPKM, PHRI Pangandaran Surati Dua Menteri

“Rangkaian antara petani dengan kami menggaet perbankan dan pembeli bahan ekspor akan menciptakan buruh tani di Pangandaran menjadi pengusaha tani,” ucapnya.

BACA JUGA:  Di Objek Wisata Pangandaran, Pengunjung Diminta Patuhi Prokes

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan apresiasi dan gagasan yang dilaksanakan Kadin Pangandaran.

“Kalau sebelumnya, saya jadi bupati hanya melantik Pengurus Kadin saja. Sekarang Kadin Pangandaran memiliki terobosan yang sangat luar biasa dalam pemberdayaan petani,” kata Jeje.

Jeje berpesan kepada Kadin Pangandaran, bahwa bisnis porang di daerahnya ini merupakan komoditas baru.

“Harus jadi catatan bagi Kadin, bahwa ukuran kesuksesan petani bukan dari nilai tukar. Tetapi bagaimana caranya hasil bumi yang dikelola petani menjadi nilai tambah,” terangnya.

BACA JUGA:  Di Objek Wisata Pangandaran, Pengunjung Diminta Patuhi Prokes

Peran Kadin Pangandaran dengan bjb untuk penanaman porang saat ini memutarkan nilai uang sebesar Rp30 miliar untuk 158 petani.

“Sekarang masa pandemi Covid-19, keuangan dan perekonomian tidak stabil. Tapi Kadin, bjb dan PT Joglosemar Karangsari Makmur berani melakukan terobosan yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Jeje menyebutkan, terobosan yang dinilai nekad itu tentunya sudah memiliki perhitungan yang sangat matang. Sehingga para pihak dihadapkan pada antara kesuksesan dengan ketidakpastian, karena kondisi pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Akhir Pekan, Arus Lalu Lintas di Pantai Pangandaran Direkayasa

“Semoga program kerjasama yang digagas para pihak ini berjalan lancar dan bisa menjadi kekokohan perekonomian di Pangandaran,” sebutnya. (R002)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles