oleh

Si Melon di Pangandaran Tembus Rp25.000/Tabung

SEORANG pedagang warung di Pangandaran gunakan si melon, Rabu (25/9/2019). syam/ruber.id
Si Melon di Pangandaran Tembus Rp25.000/Tabung

PANGANDARAN, ruber.id — Gas elpiji atau Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) hakikatnya diperuntukkan bagi rakyat kecil dengan harga yang disubsidi pemerintah.

Namun kenyataannya di lapangan harga jual gas melon mencapai Rp25.000 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, Pemkab telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Keputusan (SK) bupati untuk mengatur peredaran gas LPG 3 kg.

“Ada SK bupatinya itu, Nomor: 510.23/Ktps.224-Huk/2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG tertentu tabung 3 kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di Kabupaten Pangandaran,” katanya kepada ruber, Rabu (25/9/2019).

Berdasarkan SK bupati, kata Tedi, harga HET di Pangandaran terbagi 2 wilayah, yakni Rp16.900 dan Rp17.400/tabung.

“Untuk harga Rp16.900 berlaku di Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang.”

“Sedangkn harga Rp17.400 berlaku di Kecamatan Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Cigugur, Cijulang, Cimerak dan Langkaplancar,” ujarnya.

Tedi menuturkan, pengguna gas melon di lapangan bukan hanya masyarakat miskin dan UMKM skala kecil saja, melainkan banyak indikasi praktik jual beli yang tidak sehat.

“Gas LPG 3 kg kan hakikatnya hanya untuk masyarakat miskin dan UMKM skala kecil, jadi mahalnya gas melon itu akibat dari praktik pengguna yang salah,” tuturnya.

BACA JUGA: Gila! Selain Langka, Harga si Melon Tembus Rp30.000/Tabung di Garut

Tedi menambahkan, rangkaian pendistribusi gas 3 kg berdasarkan regulasi dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ke agen hingga pangkalan.

“Tapi yang terjadi di lapangan banyak masyarakat ikut sebagai konsumen memposisikan diri menjadi pengecer atau jaringan dari pangkalan,” tambahnya.

Tedi menyebutkan, hingga saat ini pendistribusian gas melon ke Kabupaten Pangandaran masih terpenuhi, hanya persoalan aktivitas penjualan di luar ketentuan dengan cara disalurkan ke pengecer.

“Biasanya yang menjual gas LPG 3 kg di luar harga ketentuan adalah para pengecer,” sebutnya. syam

loading...

Komentar