21.4 C
Indonesia
Minggu, Oktober 17, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Jelang Musim Penghujan, Potensi Bencana Alam di Purworejo Tinggi

BERITA PURWOREJO, ruber.id – Memasuki musim penghujan, potensi bencana alam cukup tinggi terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Saat ini, intensitas hujan sudah mulai meningkat di Kabupaten Purworejo.

Pemkab Purworejo Siaga Penuh

Hal ini membuat Pemkab Purworejo siaga penuh dalam menghadapi segala kemungkinan bencana yang akan terjadi di musim penghujan.

Kesiapsiagaan ini ditunjukkan dengan digelarnya Apel Siaga Bencana di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo, Selasa (28/9/2021).

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menjelaskan apel siaga ini sebagai salah satu bentuk kesiapan dan antisipasi, terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor menjelang musim penghujan.

“Tentunya kami berharap tidak terjadi  bencana alam.”

BACA JUGA:  Atap Rumah Warga Cisitu Hancur Tertimpa Pohon

“Namun, apabila bencana itu terjadi, kita sudah memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapinya,” jelasnya.

Yuli mengatakan, Kabupaten Purworejo yang terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi.

“Berdasarkan perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, indeks resiko bencana Kabupaten Purworejo menempati urutan ke 36 tingkat nasional.”

“Dan peringkat dua tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi,” ucapnya.

Yuli menyebutkan, tingginya tingkat kerawanan bencana ini diharapkan tidak dipandang sebagai angka semata.

Namun, kata Yuli, harus menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah.

Antara lain, untuk menentukan prioritas upaya penanggulangan bencana di daerahnya masing.

BACA JUGA:  [Ciamis Dalam Sepekan] Kontroversi Babeh Saidi | Bencana Alam | Nanti Kasus Hukum KDRT Oknum Dewan

Termasuk, meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

“Sebab, salah satu penyebab jatuhnya korban dalam kejadian bencana, disinyalir akibat kurangnya antisipasi  dan kesiapan warga.”

“Selain itu, lambannya penanganan bencana sebagai akibat keterbatasan personel maupun peralatan,” katanya.

Hal ini, kata Yuli, mengindikasikan bahwa kewaspadaan dan kesiapan, baik aparatur pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana, perlu terus ditingkatkan.

Jajaran aparatur negara dan stakeholders terkait tidak boleh lengah dan harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

“Selain mempersiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi bencana, kita harus terus mendorong masyarakat untuk bertindak bijak terhadap alam dan lingkungan.”

“Hal ini penting supaya bisa meminimalisasi terjadinya bencana,” jelasnya.

BACA JUGA:  Trans Jateng Magelang-Purworejo Beroperasi, Gubernur Ganjar: Jadi Pembangkit Pariwisata
Penulis: R030/Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles