Wednesday, 3 Jun 2020

Kembalikan Ekosistem di Taman Nasional Gunung Merapi, Ratusan Pohon Asli Ditanam

Baca Juga

Raperda Penginapan Pemda Hasil Evaluasi Gubernur Dibahas DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pangandaran telah membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat. Wakil Ketua Bapemperda...

Jasa Antar-Jemput Laundry Lebih Menguntungkan dari Bisnis Makanan

SUMEDANG, ruberĀ -- Banyaknya mahasiswa pendatang dari berbagai daerah dan berbagai kalangan, menjadikan Jatinangor sebagai salah satu daerah yang berpeluang besar bagi para pebisnis produk...

Ini Penyebab Truk Tak Kuat Nanjak di Lingkar Gentong Hingga Tewaskan Keluarga asal Ciamis

ruber -- Hasil pemeriksaan olah TKP dan saksi, kecelakaan truk dan sejumlah kendaraan pribadi di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya disebabkan truk kelebihan beban sehingga...

Baznas Sumedang Bantu Penderita Stroke yang Sempat Terlantar di Terminal Rambutan

SUMEDANG, ruber -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang baru saja menyerahkan bantuan terhadap seorang pria lanjut usia penderita stroke Johan, 68, warga...

JAWA TENGAH, ruber.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menanam ratusan pohon di lokasi wisata Gumuk Indah, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah.

Penanaman pohon yang dilakukan BTNGM bekerjasama dengan sejumlah pihak dan warga sekitar.

Penanaman 400 bibit pohon ini ditujukan memulihkan ekosistem di kawasan yang rusak atau lahan kosong di wilayah tersebut.

Kepala BTNGM Pujiati menyebutkan, penanaman ratusan bibit pohon ini untuk mengembalikan ekosistem semula.

“Kami coba penuhi kawasan yang rusak ini dengan lima jenis bibit tanaman asli.”

“Lima jenis bibit itu puspa, sarangan, pasang, tesek, dan brasan. Semua bibit dari BTNGM,” ucapnya di kawasan BTNGM Desa Mriyan.

Dari lima jenis tanaman ini, kata dia, tanaman yang termasuk dilindungi yakni bibit pohon jenis sarangan.

“Bibit yang lainnya, kalau masuk dalam kawasan konservasi itu juga masuk pohon yang dilindungi,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, dia berharap kawasan BTNGM ini dapat kembali pulih.

Sebab, kata dia, apabila ekosistem asli tersebut rusak karena terkena erupsi Gunung Merapi maupun kebakaran, maka harus dipulihkan dengan tanaman jenis aslinya.

“Tingkat kerusakan setelah 2010 saat waktu terkena erupsi, cukup banyak.”

“Dan kami, menggalakan penanaman pohon itu dengan mengajak perguruan tinggi hingga pemerintah,” jelasnya.

Pujiati menjelaskan, hingga saat ini masih banyak kawasan BTNGM yang kosong untuk dipulihkan kembali.

Dalam kawasan ini ada zona inti, zona rimba, ada juga zona pemanfaatan, serta zona yang benar-benar dilindungi.

“Tapi tidak gundul semua, hanya beberapa saja yang bolong-bolong. Makanya kita tanami.”

“Kalau zona pemanfaatan itu masuknya ke kawasan wisata. Jadi kawasan taman nasional sebagai menara air untuk warga sekitar,” jelasnya. (R008/Jolar)

Baca berita terkait lainnya: Gunung Merapi Meletus, Abu Tipis Hujani Boyolali dan Klaten Jawa Tengah

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

1092 Calon Jemaah Haji Ciamis Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

CIAMIS, ruber.id - Sebanyak 1092 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis dipastikan batal berangkat tahun 1441 Hijriah/2020 ini. Hal...

Terimbas Corona, 386 Calon Jemaah Haji di Pangandaran Gagal Berangkat

PANGANDARAN, ruber.id - Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah 1441 Hijriyah atau tahun 2020. Keputusan itu...

Hasil Rapid Test Masif di Sumedang, 31 Orang Reaktif

SUMEDANG, ruber.id - Pemkab Sumedang melakukan rapid test masif untuk melacak peta sebaran kasus COVID-19. Rapid test masif yang...

Anggaran Penanganan COVID-19 di Kota Tasik Tak Transparan, DPRD Akan Buat Nota

TASIKMALAYA, ruber.id -- Anggaran bantuan sosial (bansos) dan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Tasikmalaya dinilai carut marut.

Kasus Pengeroyokan Karyawan Star Fashion di Boyolali, Polisi Hadirkan Belasan Saksi saat Reka Ulang

BOYOLALI, ruber.id - Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan prarekonstruksi (Pra reka ulang), kasus pengeroyokan karyawan Star Fashion di Jalan Ir Soekarno,...