Tuesday, 4 Aug 2020

Kembalikan Ekosistem di Taman Nasional Gunung Merapi, Ratusan Pohon Asli Ditanam

Baca Juga

Satreskrim Polres Sumedang Amankan Kawanan Pencuri Spesialis Pikap

Satreskrim Polres Sumedang Amankan Kawanan Pencuri Spesialis PickUp

Tingkatkan Kualitas Guru RA, Mahasiswa KKN IAID Ciamis Gelar Workshop di Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Sebanyak 30 Guru Raudlatul Athfal (RA) di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran ikuti workshop peningkatan kualitas guru, Senin (5/8/2019). Kegiatan tersebut...

Tenggak Miras Oplosan, Juru Parkir di Kota Banjar Tewas

KOTA BANJAR, ruber -- Diduga overdosis (OD) akibat menenggak minuman keras, seorang juru parkir di Kota Banjar tewas, Rabu (8/5/2019) sore sekitar pukul 17.00...

Cerita Mistis di Balik Hilangnya Pendaki Gunung Guntur Garut

GARUT, ruber.id - Afrizal (16), pendaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sempat dikabarkan hilang sejak Sabtu (4/7/2020)...

JAWA TENGAH, ruber.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menanam ratusan pohon di lokasi wisata Gumuk Indah, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah.

Penanaman pohon yang dilakukan BTNGM bekerjasama dengan sejumlah pihak dan warga sekitar.

Penanaman 400 bibit pohon ini ditujukan memulihkan ekosistem di kawasan yang rusak atau lahan kosong di wilayah tersebut.

Kepala BTNGM Pujiati menyebutkan, penanaman ratusan bibit pohon ini untuk mengembalikan ekosistem semula.

“Kami coba penuhi kawasan yang rusak ini dengan lima jenis bibit tanaman asli.”

“Lima jenis bibit itu puspa, sarangan, pasang, tesek, dan brasan. Semua bibit dari BTNGM,” ucapnya di kawasan BTNGM Desa Mriyan.

Dari lima jenis tanaman ini, kata dia, tanaman yang termasuk dilindungi yakni bibit pohon jenis sarangan.

“Bibit yang lainnya, kalau masuk dalam kawasan konservasi itu juga masuk pohon yang dilindungi,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, dia berharap kawasan BTNGM ini dapat kembali pulih.

Sebab, kata dia, apabila ekosistem asli tersebut rusak karena terkena erupsi Gunung Merapi maupun kebakaran, maka harus dipulihkan dengan tanaman jenis aslinya.

“Tingkat kerusakan setelah 2010 saat waktu terkena erupsi, cukup banyak.”

“Dan kami, menggalakan penanaman pohon itu dengan mengajak perguruan tinggi hingga pemerintah,” jelasnya.

Pujiati menjelaskan, hingga saat ini masih banyak kawasan BTNGM yang kosong untuk dipulihkan kembali.

Dalam kawasan ini ada zona inti, zona rimba, ada juga zona pemanfaatan, serta zona yang benar-benar dilindungi.

“Tapi tidak gundul semua, hanya beberapa saja yang bolong-bolong. Makanya kita tanami.”

“Kalau zona pemanfaatan itu masuknya ke kawasan wisata. Jadi kawasan taman nasional sebagai menara air untuk warga sekitar,” jelasnya. (R008/Jolar)

Baca berita terkait lainnya: Gunung Merapi Meletus, Abu Tipis Hujani Boyolali dan Klaten Jawa Tengah

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta Ditemukan

PURWAKARTA, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Waduk Jatiluhur, Desa Kemuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Korban...

Diberi Dua Tugas Baru, Tahun 2021 Insentif Ketua RT/RW di Pangandaran Naik Lagi

PANGANDARAN, ruber.id - Ketua RT dan RW di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diberikan dua tugas baru di tahun 2021. Pertama, mereka harus...

Viral Hiu Tutul Terdampar di Pantai Cipatujah: Jadi Spot Selfie, Lalu Dicincang Rame-rame

TASIKMALAYA, ruber.id - Seekor ikan hiu tutul terdampar dan ditemukan warga telah mati di Pantai Bubujung, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya,...

Pemkab Dorong Produk UMKM dan IKM di Pangandaran Tembus Pasar Global

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dorong produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri Kecil dan Menengah) tembus...

Inter Milan Segera Perpanjang Kontrak 5 Pemainnya

SPORT, ruber.id - Inter Milan akan segera melakukan negosiasi untuk memperpanjang kontrak 5 pemain. Lima pemain ini dianggap menjadi...