29.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

HUT ke 10 Gong Perdamaian Dunia di Ciamis, Jadi Daya Tarik Wisatawan

CIAMIS, ruber.id — Wisatawan dan masyarakat di Situs Budaya Ciung Wanara beramai-ramai mengikuti prosesi perayaan HUT ke 10 Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Mereka sangat antusias mengikuti prosesi perayaan yang dilangsungkan di Situs Budaya Ciung Wanara, Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing ini, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA:
HUT Gong Perdamaian Dunia di Ciamis Diramaikan Wisatawan

Diketahui, Gong Perdamaian Dunia berdiameter sekitar 3.33 meter yang dihiasi sekitar 200 bendera di dunia ini merupakan simbol perdamaian.

Di Indonesia sendiri, hanya terdapat di beberapa kabupaten/kota yang memilili gong tersebut.

Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis sendiri merupakan yang terbesar. Dan Ciamis, merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Barat bahkan pulau Jawa yang memiliki Gong Perdamaian Dunia. Gong ini berdiri sejak 9 September 2009.

BACA JUGA:  Kapolres Ciamis Minta Warga Pangandaran Sabar dan Hormati Keputusan KPU

Penempatan tersebut digagas oleh mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charlian. Yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Kapolwil Priangan.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Pamarican Ciamis

Alasam ditempatkannya Gong Perdamaian Dunia ini di Ciamis karena Tatar Galuh sebagai cikal bakal perdamaian di dunia.

Juga tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Galuh. Karena situs ini merupakan petilasan Kerajaan Galuh pada 600M hingga 1300M.

Yang merupakan sebuah kerajaan layak menjadi ikon yang selalu dapat menjaga keamanan, perdamaian, keutuhan dan memiliki cara mempertahankan kearifan lokal.

Menjunjung nilai-nilai leluhur hingga kini masih terjaga di kalangan masyarakat tatar Galuh.

Perayaan sendiri dimulai dengan kirab kebangsaan dari pintu masuk menuju lokasi gong.

Puncaknya, gong dibunyikan dengan cara dipukul oleh beberapa tokoh dan budayawan. Gong ini hanya dibunyikan setahun sekali saat perayaan saja.

BACA JUGA:  Sekretariat FKB Ciamis Disatroni Maling, Alat Kantor Hilang

Setelah itu dilanjutkan dengan deklarasi damai dan pembacaan Sawala Galuh 737 antara Manarah (Galuh) dengan R Sanjaya (Kalingga).

“Damai ini berasal dari tatar Sunda, tepatnya di Galuh. Gong perdamaian dunia di sini karena ini tanah Sunda. Dari sini bisa menjiwai generasi penerus untuk tetap menjaga perdamaian. Sebab, dengan damai kita akan jadi kuat,” kata Penggagas Gong Perdamaian Dunia Anton Charlian, di Ciamis, Senin.

BACA JUGA:  Melintasi Jalur Pembalasan, Ikuti Tips Mudik Dishub Ciamis Ini

Anton menuturkan, pentingnya membangun kekuatan dengan kedamaian. Jangan sampai terpecah belah, adu domba antarsesama saudara.

“Tidak boleh menjelek-jelek, menghujat karena itu budaya asing. Jadi mari kembali kepada budaya kita yang mencintaia damai, karena kita bersaudara satu bangsa,” katanya.

BACA JUGA:  Hore! Ciamis Dapat 29 Motor 'KB' dari Pusat, Siap Layani Warga di Pelosok

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata Ciamis Budi Kurnia mengatakan, event ini momentum Ciamis untuk menarik wisatawan domestik. Sekaligus mengenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Ciamis.

Budi menyatakan, Ciamis dengan Galuhnya yang sangat melekat diharapkan dapat mendongkrak pariwisata.

Budi menyatakan, tahun ini, perayaan dibarengi dengan doa bersama dan deklarasi kebangsaan.

“Karena memang Ciamis dengan Galuhnya punya akar sejarah. Yang jelas bicara perdamaian diambil dari isi Sawala antara Raden Manarah dan Raden Sanjaya.”

“Hampir 1.3 abad lalu, Galuh sudah berbicara perdamaian. Jauh sebelum dunia menyuarakan perdamaian,” ujar Budi, yang juga Koordinator Penyelenggara HUT ke 10 Gong Perdamaian Dunia di Ciamis. dang

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles