Wednesday, 3 Jun 2020

Dugaan Korupsi di Desa Karangmulya Pangandaran, Ratusan Massa Geruduk Kantor Kecamatan Padaherang

Baca Juga

Sehari Sebelum Larangan Mudik, Warga dari Zona Merah Berdatangan dengan Bus di Terminal Sumedang

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Sehari sebelum berlakunya larangan mudik, 24 April 2020, warga dari zona merah berdatangan dengan bus di Terminal Ciakar,...

Pemudik Serbu Sentra Kerajinan Rajapolah Tasikmalaya

TASIKMALAYA, ruber -- Walaupun sudah masuk hari kerja, masih ada sejumlah pemudik yang melakukan perjalanan arus balik pada Senin (10/6/2019). Tak hanya itu, sejumlah pemudik...

Polisi Amankan 11 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kota Tasik, Ada Anggota XTC Bandung

Polisi Amankan 11 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kota Tasik, Ada Anggota XTC Bandung TASIK KOTA, ruber.id -- Kepolisian Sektor (Polsek) Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota,...

Wow! 2018, Retribusi Tangkapan Ikan Nelayan Pangandaran Capai Rp2.5 Miliar

Tahun 2019 Ditarget Rp2.6 Miliar PANGANDARAN, ruber -- Sepanjang tahun 2019, retribusi hasil tangkapan ikan di 9 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Pangandara capai...

RATUSAN massa aksi bakar ban di depan kantor Kecamatan Padaherang, Selasa (6/8/2019). dede/ruang berita

PANGANDARAN, ruber — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kecamatan Padaherang berunjuk rasa, Selasa (6/8/2019).

Aksi di depan kantor Kecamatan Padaherang tersebut sempat terjadi ketegangan lantaran melakukan bakar ban saat perwakilan massa sedang beraudiensi.

Koordinator Lapangan Apudin mengatakan, aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait adanya indikasi korupsi yang dilakukan Pemdes Karangmulya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan audiensi terkait ketidaktransparanan dalam mengelola anggaran di desa.”

“Kami meminta pegawai desa yang terduga melakukan korupsi segera memundurkan diri dan diproses secara hukum yang berlaku,” katanya.

Apudin menyebutkan, dugaan korupsi yang terjadi di Pemdes Karangmulya, yakni pembangunan Gedung Olahraga (Gor) desa yang mencapai Rp450 juta dari anggaran 2017 yang direalisasikan pada tahun 2018.

“Kami temukan adanya utang ke toko bangunan sebesar Rp50 juta dan upah pekerja yang belum dibayar sebesar Rp1.4 juta,” sebutnya.

Hingga saat ini, kata Apudin, pengerjaan Gor itu hanya mencapai 70% dan bangunan tersebut mangkrak.

“Sekarang di 2019 pihak desa kembali mengajukan anggaran sebesar Rp300 juta untuk meneruskan pembangunan itu,” ujarnya.

Apudin menambahkan, banyak dana desa yang diserap namun tidak transparan pengelolaannya.

Maka dari itu, kata Apudin, pihaknya datang untuk menyampaikan persoalan tersebut ke pihak kecamatan.

“Sampai saat ini kami belum melaporkan dugaan penyelewengan di Desa Karangmulya ke pihak kepolisian (Unit Tipikor),” tambahnya.

Sementara, Camat Padaherang Kustiman mengatakan, pada dasarnya warga Desa Karangmulya hanya menyampaikan aspirasinya untuk menuntut keadilan pembangunan di Desa Karangmulya.

“Tuntutan mereka terutama pembangunan Gor yang ingin diproses secara hukum. Kami (pihak kecamatan) siap memfasilitasi keinginan warga.”

“Jika memang ada penyelewengan dan ada bukti yang otentik, kami siap mendorong untuk melaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya. dede ihsan

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

1092 Calon Jemaah Haji Ciamis Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

CIAMIS, ruber.id - Sebanyak 1092 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis dipastikan batal berangkat tahun 1441 Hijriah/2020 ini. Hal...

Terimbas Corona, 386 Calon Jemaah Haji di Pangandaran Gagal Berangkat

PANGANDARAN, ruber.id - Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah 1441 Hijriyah atau tahun 2020. Keputusan itu...

Hasil Rapid Test Masif di Sumedang, 31 Orang Reaktif

SUMEDANG, ruber.id - Pemkab Sumedang melakukan rapid test masif untuk melacak peta sebaran kasus COVID-19. Rapid test masif yang...

Anggaran Penanganan COVID-19 di Kota Tasik Tak Transparan, DPRD Akan Buat Nota

TASIKMALAYA, ruber.id -- Anggaran bantuan sosial (bansos) dan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Tasikmalaya dinilai carut marut.

Kasus Pengeroyokan Karyawan Star Fashion di Boyolali, Polisi Hadirkan Belasan Saksi saat Reka Ulang

BOYOLALI, ruber.id - Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan prarekonstruksi (Pra reka ulang), kasus pengeroyokan karyawan Star Fashion di Jalan Ir Soekarno,...