22.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Dua Bocah SD asal Ciamis Tewas Tenggelam di Sungai Kedungmalang

CIAMIS, ruber — Dua siswa SD dan MI di Cibadak ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kedungmalang Kayuputih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Ahad (27/1/2019).

BACA JUGA: Nahas, Tidak Bisa Berenang Alfi Tewas Tenggelam di Leuwi Jurig

Bocah bernama Hilmi, siswa kelas 6 MI Cibadak dan Arjun siswa kelas 6 SD 1 Cibadak, merupakan warga sekitar tempat kejadian.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banjarsari Emas Kurniasih mengatakan, Hilmi dan Arjun sudah biasa bermain ke kawasan Sungai Kedungmalang Kayuputih. Di sana, mereka biasa berenang dan bermain air.

“Kronologi kejadiannya, saat berenang Hilmi mencoba meloncat dari atas batu ke bawah leuwi di sungai. Namun, ketika sampai ke dasar sungai diduga kepalanya terbentur batu,” ucapnya.

BACA JUGA:  4 Pekerja Tewas Tertimpa Tiang Sutet di Tanjungsari Sumedang
BACA JUGA:  Usai Dilantik, Ribuan Warga Sambut Bupati/Wakil Bupati Ciamis

Arjun yang melihat Hilmi tenggelam mencoba menolong korban. Namun nahas, Arjun diduga tidak pandai berenang hingga ikut tenggelam.

“Kebetulan arus air di sungai cukup deras karena sebelumnya telah terjadi hujan lebat.”

“Ada beberapa temannya yang bisa berenang mencoba mencari keduanya yang tenggelam, sekitar 20 menit dicari akhirnya bisa ditemukan,” tuturnya.

Tapi, kata Emas, saat korban akan ditolong dengan menekan dadanya untuk mengeluarkan air, ternyata mulut korban telah mengeluarkan busa. Lalu, temannya tersebut mencari pertolongan terdekat.

Saat itu, ada anak SMA Rancabango Garut, yang PKL di MI PUI Cibadak. Mereka menuju ke sungai di kawasan Kayuputih mengajak siswa perempuan di MI tersebut.

BACA JUGA:  Main Seluncuran, Bocah di Sumedang Tewas di Gorong-gorong
BACA JUGA:  Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Miskin di Ciamis Ambruk

Akhirnya, mereka mencoba meminta bantuan warga, lalu membawa kedua korban ke puskesmas setempat.

Setelah diperiksa di puskesmas ternyata keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.

“Memang korban ini mengetahui mau ada rombongan PKL itu yang ke Kayuputih untuk menghabiskan akhir pekan. Rombongan itu masih dari sekolahnya korban, tapi jadwalnya mengajak siswa perempuan dulu. Karena korban biasa ke sana, jadi ke lokasi duluan,” ujar Emas.

Kedua Jenazah kini telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga. Meski berbeda sekolah namun keduanya sering bermain bersama. dang

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles