23.4 C
Indonesia
Selasa, September 21, 2021
spot_img

Dikunjungi Kemenkes RI, Pemkot Depok Nyatakan KLB untuk Kasus Hepatitis A

STAF Khusus Kemenkes menjenguk pelajar SMPN 20 Kota Depok yang dirawat akibat hepatitis A, Rabu (27/11/2019). moris/ ruber.id

Dikunjungi Kemenkes RI, Pemkot Depok Nyatakan KLB untuk Kasus Hepatitis A

KOTA DEPOK, ruber.id — Tiga staf khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengunjungi Kota Depok, Rabu (27/11/2019).

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung lingkungan di kampus SMP Negeri 20 Kota Depok, di Rangkapan Jaya Baru.

Diketahui sebelumnya, di sekolah ini sejumlah pelajar terjangkit virus hepatitis A.

BACA JUGA: Puluhan Siswa SMPN 20 Kota Depok Terjangkit Hepatitis A, Orangtua Siswa Minta Sekolah Jaga Kebersihan

Kedatangan tiga staf Kemenkes ini disambut Sekda Kota Depok Hardiono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, dan Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin.

BACA JUGA:  Kembangkan Bone Filler Pertama di Indonesia, Phapros Raih Penghargaan dari Kemenkes RI

Ketiga staf khusus tersebut diketahui adalah Mayjen TNI (Purn) Daniel Tjen, Brigjen TNI (Purn) Jajang Edi Priyatno dan Brigjen TNI (Purn) Alexander K. Ginting.

BACA JUGA:  Basmi LGBT: Pemkot Depok Buka Krisis Center, Gencarkan Razia

Sekda Hardiono menyebutkan kasus suspek hepatitis A yang menimpa pelajar SMPN 20 Kota Depok rupanya telah sampai ke telinga Presiden RI Joko Widodo.

“Presiden langsung menginstruksikan Menkes Terawan. Menkes langsung menurunkan staf khusus ke sini (Kota Depok),” ucap Hardiono, Rabu (27/11/2019).

Usai menerima di ruang kerjanya, Hardiono didampingi Novarita langsung mengajak ketiga staf khusus Kemenkes ini survei ke SMPN 20 Kota.

Hasilnya, berdasarkan data pemeriksaan epidemiologi yang dilakukan, sebanyak 138 orang terindentifikasi terserang Hepatitis A.

Sedangkan index case atau pembawa virus dicurigai seorang office boy yang juga penjual es di salah satu kantin SMP Negeri 20 Kota Depok.

BACA JUGA:  Pelurusan Coast Guard China Memasuki Wilayah Hak Berdaulat Indonesia, Bukan Kedaulatan Indonesia

Hasil cek laboratorium juga telah dilakukan kepada sejumlah pedagang makanan dan minuman di kantin sekolah tersebut.

Termasuk, distributor es balok yang biasa menyuplai ke kantin di sekolah tersebut.

“Hasil cek laboratorium yang dilakukan di provinsi Jabar pada 27 November menunjukkan semuanya positif,” kata Hardiono.

BACA JUGA:  Blokir Iklan Rokok, Pemerintah Sisir Internet hingga ke Medsos

Selain survei, Hardiono juga mengajak staf khusus tersebut melihat lebih jauh tentang lotus dan pengolahan makanan yang ada di kantin SMPN 20 Kota Depok.

Hardiono menilai, pengolahan makanan harus mengikuti standar Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT).

Selain itu, Hardiono juga kritisi kurangnya tempat cuci tangan yang ada di SMPN 20 Kota Depok.

Ketersediaan sabun cuci tangan juga menjadi perhatian orang nomor tiga di Kota Depok ini.

BACA JUGA:  Basmi LGBT: Pemkot Depok Buka Krisis Center, Gencarkan Razia

Setelah survei langsung ke SMPN 20 Kota Depok, Hardiono mengajak tamu tersebut mengunjungi RSUD Kota Depok.

Di rumah sakit, terdapat tiga kamar anak penuh dengan pasien suspek hepatitis A.

Di mana, hasil SGOT SGPT-nya tinggi, dan ada pula pemeriksaan virologinya positif hepatitis A, yang dikeluarkan oleh salah satu laboratorium swasta.

Untuk tindaklanjutnya, akan dikeluarkan SK Walikota Depok terkait status KLB (Kejadian Luar Biasa).

Kemudian, dilanjutkan dengan pemutusan rantai penyebaran dari virus hepatitis A, penyuluhan upaya promotif dan preventif.

“Semoga mereka lekas sembuh ya. Pesan saya, tingkatkan pelayanan kesehatan, cepat tanggap terhadap pasien. Koordinasi yang baik dengan provinsi dan pusat,” kata Hardiono. moris

Baca berita lainnya: Dua Kaleng Cat Misterius Dikirim Driver Ojek Online ke Rutan, Isinya Mengejutkan

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles