Bupati Sumedang Dukung Tradisi Adat Mapag Dangiang Tembong Agung di Darmaraja

Tradisi Adat Mapag Dangiang Tembong Agung di Darmaraja
Dok. Humas Sumedang

NEWS, ruber.id – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan tradisi adat Mapag Dangiang Tembong Agung.

Pelaksanaan kegiatannya sendiri akan berlangsung di Kecamatan Darmaraja, pada 2-4 April 2026, mendatang.

Dukungan tersebut, Dony sampaikan saat menerima audiensi Paguyuban Masyarakat Adat Darmaraja (Madara) bersama jajaran Paguyuban Seniman dan Budayawan Sumedang (PSBS) Kecamatan Darmaraja di Ruang Tamu Bupati.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai persiapan dan konsep kegiatan adat yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Darmaraja.

Tradisi Mapag Dangiang Tembong Agung, dikenal sarat dengan nilai spiritual dan kearifan lokal sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap leluhur, serta bentuk harmonisasi manusia dengan alam.

Baca juga:  Kris Morin, Santri asal Sumedang Raih Juara 1 Fisika Olimpiade Madrasah Tingkat Jawa Barat

Selain memiliki makna religius dan spiritual, tradisi ini juga dinilai berperan penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.

Melalui pelaksanaannya, diharapkan tumbuh kembali kesadaran sejarah dan budaya. Terutama, di kalangan generasi muda, agar nilai-nilai adat istiadat tetap terjaga dan berkelanjutan.

Kegiatan adat ini juga, diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya lokal, mendorong berkembangnya ekonomi kreatif masyarakat.

Selain itu, sebagai upaya untuk memperkuat potensi wisata budaya di Kabupaten Sumedang.

Gelaran Budaya Harus Berdampak Positif pada Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Pariwisata

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dony menyampaikan apresiasi atas komitmen para tokoh adat, seniman, dan budayawan Darmaraja yang terus berupaya menjaga warisan budaya daerah.

Baca juga:  Pemkab Sumedang Buka Pendaftaran Lelang 8 JPT Pratama, Catat Waktunya

“Saya sangat bersyukur acara ini akan kembali dilaksanakan. Kreativitas masyarakat bisa tumbuh, kemudian memiliki ruang penyaluran dan mendapatkan perhatian, termasuk dari program seperti LPDP Indonesiana.”

“Ini merupakan ikhtiar luar biasa dari para seniman dan budayawan Darmaraja,” ungkapnya.

Bupati Dony mengatakan, pentingnya kejelasan tujuan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap kegiatan harus dimulai dari tujuan yang jelas dan diarahkan untuk mencapainya.”

“Tradisi ini, penting untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Dony berharap, pelaksanaan Mapag Dangiang Tembong Agung dapat berjalan lancar.

Selain itu, dapat menjadi contoh bagaimana budaya lokal mampu hidup, berkembang, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan pariwisata daerah. ***