Friday, 3 Apr 2020

Bank Indonesia Dorong Semua Penyedia Jasa Sistem Pembayaran di Jawa Barat Gunakan QRIS

Baca Juga

Ingat, Orangtua Hindari Lakukan Hal Ini Saat Mendidik Anak

ruber.id -- Sebagai orangtua, tentunya memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak. Tidak cukup menjadi contoh yang baik bagi anak. Di luar itu, orangtua...

KPU Minta Capres Saling Beri Apresiasi, Ini Alasannya!

JAKARTA, ruber – Dalam Debat Capres 2019, baik capres Joko Widodo (Jokowi) maupun capres Prabowo Subianto sama-sama mengakhiri debat capres tanpa penyampaian apresiasi. BACA JUGA: KPU...

Penelitian Dinkes Sumedang: Tiga Penyakit Ini Dominan Serang Perempuan

Penelitian Dinkes Sumedang: Tiga Penyakit Ini Dominan Serang Perempuan SUMEDANG, ruber.id -- Tiga jenis penyakit tidak menular (PTM) ini lebih banyak menyerang kaum perempuan dari...

Angin Puting Beliung Terjang Ciamis, Pohon Tumbang, Belasan Rumah Rusak

CIAMIS, ruber.id - Belasan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat rusak diterjang angin puting beliung, Jumat (14/2/2020) sekitar jam 15.00...

BANDUNG, ruber.id – Bank Indonesia (BI) mendorong Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan Quick Response Indonesia Standar (QRIS).

Diketahui, aturan ini wajib diikuti dan telah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2020, lalu.

Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusi Kanwil Bank Indonesia Jawa Barat Hermawan menjelaskan, hingga saat ini, sudah ada 18 PJSP yang siap berafiliasi dengan sistem QRIS.

“Sejak diberlakukan 1 Januari 2020, seluruh PJSP di Jabar harus menggunakan QRIS.”

“Tidak hanya e-Wallet DANA, yang lainnya harus 100% bisa menggunakan sistem ini,” ujar Hendrawan kepada ruber.id.

Target QRIS ini, kata Hendrawan, mendukung sistem pembayaran yang mengarah pada ekonomi digital.

Hendrawan menyebutkan, standar kode QR Nasional ini akan menjembatani warga untuk bertransaksi secara aman, nyaman, dan praktis.

“Kami sempat membuat sisi sistem pembayaran hingga tahun 2025. Nah, QRIS ini yang kemudian terpilih menjadi instrument atau pilihan kanal pembayaran bagi warga,” sebutnya.

Ditanya terkait waktu sosialisasi sistem ini, Hermawan tidak menampik akan memakan waktu yang panjang.

Sebab, kata Hendrawan, hal termasuk aturan yang baru akan butuh tenaga ekstra untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. 

“Sesuatu yang baru itu butuh awarness. Jika merasa diuntungkan atau bermanfaat tentu akan digunakan. Ini ada tahapannya, dan tiap segmen butuh edukasi yang berbeda,” ucapnya.

Akan tetap, Hendrawan mengaku optimistis, ke depan, seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai akan menggunakan sistem QRIS ini.

“Jika ada yang masih belum menggunakan QRIS ini, hanya masalah waktu saja.”

“Karena, proses pengalihan saja. Tapi sejak ditetapkan, seluruh PJSP sudah mulai menyelaraskan,” ujarnya.

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.