21.4 C
Indonesia
Minggu, Oktober 17, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

BMKG Evaluasi Peta Tsunami di Purworejo

BERITA PURWOREJO, ruber.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi peta potensi tsunami di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (6/10/2021).

Bersamaan dengan itu, BMKG juga mengadakan kegiatan sekolah Lapang Gempa Bumi di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi.

Sebanyak 52 warga wakil dari beberapa elemen masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, evaluasi ini penting mengingat tingginya potensi gempa bumi yang memicu tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa.

“Kita evaluasi peta yang sudah ada. Kita mencari tempat evakuasi sementara yang aman dan terjangkau kurang dari satu jam,” ucapnya.

Dwikorita memimpin evaluasi, dengan mengawalinya dari tepi pantai Desa Gedangan.

Pihak BMKG bersama Asisten III Setda Purworejo Pram Prasetya Achmad dan Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Budi Wibowo berjalan dari garis pantai menuju tempat evakuasi sementara, di kompleks makam Desa Gedangan.

BACA JUGA:  Jalan Cimaragas Ciamis Terputus Longsor

Mereka menghitung waktu tempuh hingga ketinggian tanah di lokasi rawan tsunami tersebut.

Namun, berdasarkan peta bencana dan pemodelan BMKG, tempat evakuasi itu masuk ke dalam zona merah.

“Dalam pemodelan, kalau terjadi tsunami, ombaknya sampai ke tempat ini. Maka kita cari tempat lain yang sekiranya masuk ke zona hijau,” tuturnya.

Menurutnya, pemahaman potensi tsunami harus tersampaikan secara utuh dan lengkap kepada warga.

“Tidak untuk menakut-nakuti, tapi kalau masyarakat tahu, mereka bisa siap-siap. Kalau tidak tahu informasi, tiba-tiba terjadi tsunami, malah bisa berbahaya,” ujarnya.

Purworejo, kata Dwi, masuk ke dalam wilayah rawan bencana tsunami.

Bahkan berdasarkan pemodelan BMKG, tsunami tiba di bibir pantai Purworejo dalam waktu 39 menit.

BACA JUGA:  Pohon Besar Tumbang di Ciherang Sumedang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Tiga Kecamatan Rawan Tsunami di Purworejo

Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, Ngombol, dan Grabag berpotensi terkena tsunami.

Berdasarkan pemodelan BMKG, ketinggian tsunami di pesisir Purworejo terprediksi mencapai 14 meter.

BMKG juga telah memetakan potensi tsunami di pesisir selatan Pulau Jawa.

“Sudah kami lakukan evaluasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat.”

“Untuk mitigasi tsunami membutuhkan informasi cepat dan kesiapan masyarakat.”

“Maka, selain peta potensi tsunami, masyarakat juga harus dapat pelatihan dan pemahaman,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Purworejo Pram Prasetya Achmad mengatakan, evaluasi dari BMKG ini sangat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan mitigasi tsunami.

“Tentunya, arahan dari BMKG yang terealisasi dalam peta jalur evakuasi ini akan menjadi dasar pemerintah dalam membuat kebijakan mitigasi tsunami yang efektif dan efisien,” katanya.

BACA JUGA:  Koramil Tanjungsari Angkat Sampah dari Sungai Cipeles

Pram berharap, hasil evaluasi tersebut dapat tersosialisasikan hingga ke tingkat bawah.

Sehingga, masyarakat dapat memahami dan mempersiapkan berbagai langkah evakuasi apabila sampai terjadi gempa bumi.

Selain itu, dengan pemahaman mitigasi yang mapan, masyarakat akan memiliki kepedulian untuk ikut merawat jalur-jalur evakuasi yang sudah ada.

“Masyarakat selama ini mau menjaga berbagai infrastruktur itu dan aktif dalam berbagai kegiatan mitigasi.”

“Kami menilai, kesadaran kebencanaan itu sudah tumbuh,” jelasnya.

Penulis: R030/Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles