Wednesday, 8 Jul 2020

Bawaslu Purworejo Hindari Klaster Corona Baru dari Penyelenggara, saat Verfak Bacaper Pilkada

Baca Juga

Kera dan Rusa Keluar dari Habitatnya, Komisi II DPRD Pangandaran Bahas Pengendalian Hewan

PANGANDARAN, ruber -- Dalam audiensinya ke DPRD Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu, sejumlah warga Lingkungan RW 01 Dusun Pangandaran Timur, Desa Pangandaran, diterima Komisi...

Bupati Dony Lantik 170 Pejabat Fungsional Pemkab Sumedang

Bupati Dony Lantik 170 Pejabat Fungsional Pemkab Sumedang SUMEDANG, ruber.id -- Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melantikan dan mengambil sumpah atau janji 170 orang...

Sering Konsumsi Minuman Bubble Tea? Ini Efeknya terhadap Kesehatan

Sering Konsumsi Bubble Tea? Ini Efeknya terhadap Kesehatan ruber.id -- Minuman bubble tea saat ini menjadi favorit masyarakat, terutama kalangan remaja. Mereka rela antre lama...

Keren! Lapangan Bola Cisayong Tasikmalaya Menginspirasi Menpora

TASIKMALAYA, ruber -- Lapangan Sepak Bola Lodaya Sakti yang berlokasi di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya ternyata menginspirasi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Pasalnya,...

PURWOREJO, ruber.id – Jelang tahapan verifikasi faktual (Verfak) bakal calon perseorangan (Bacaper), Bawaslu berkoordinasi dengan KPU Purworejo, Jawa Tengah terkait pelaksanaan teknis.

Bawaslu menilai, ada permasalahan yang perlu dibahas bersama karena pelaksanaan Verfak berlangsung pada suasana normal baru, di tengah pandemi COVID-19.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq mengatakan, sejak kebijakan normal baru digaungkan, maka pelaksanaan Verfak perlu mematuhi protokol kesehatan.

Diharapkan, dengan adanya protokol ketat oleh petugas verifikator ini tidak muncul klaster penyelenggara Pemilu.

Nur Kholiq menyebutkan, perlu kerjasama antarpetugas dengan warga pendukung yang akan diverifikasi.

Dikhawatirkan, kata Nur Kholiq, social distansing di lapangan tidak diperhatikan.

“Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan dan disepakati penyelenggara sebelum verifikasi dilaksanakan,” jelasnya.

Memang, kata Nur Kholiq, petugas verifikator menggunakan protokol kesehatan.

Akan tetapi, jika ada pendukung yang akan diverifikasi tapi tidak mau menggunakan masker, hal ini akan menjadi persoalan tersendiri di lapangan.

“Maka, koordinasi dengan KPU Purworejo terkait teknis di lapangan harus dilakukan,” sebutnya.

Nur Kholiq menyebutkan, hasil rapat koordinasi wilayah dengan Panwaslu kecamatan, Bawaslu juga menghimpun daftar inventarisasi masalah.

Berbagai masukan dari jajaran pengawas di tingkat kecamatan muncul dan butuh pemahaman bersama antara penyelenggara Pemilu agar di lapangan tidak menjadi persoalan.

“Ada beberapa masalah teknis yang belum bisa dipecahkan dan disampaikan kepada KPU Purworejo.”

“Selain dari hasil diskusi kami di tingkat kabupaten, masalah teknis ini juga merupakan masukan dari petugas pengawas di tingkat kecamatan,” katanya.

Pada koordinasi yang dilaksanakan di Kantor KPU Purworejo, juga menghadirkan anggota KPU Provinsi Jawa Tengah dan Pelaksana Gugus Tugas COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

“Koordinasi dengan KPU Purworejo ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan teknis verfak yang dilakukan secara sensus.”

“Ada sejumlah pertanyaan dari pengawas di tingkat kecamatan belum dipecahkan, yang kemudian dikoordinasikan dengan KPU Purworejo,” ucapnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Anik Ratnawati mengatakan, pada saat proses Verfak, para petugas di Bawaslu Purworejo sudah dibekali alat pelindung diri (APD).

“Ada APD (Alat Pelindung Diri) yang sudah dipersiapkan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona,” jelasnya. (R023/Purworejo)

BACA JUGA: Gubernur Jabar Usul Pilkada Diundur 2021, Ini Kata Bupati dan Ketua KPU Pangandaran

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

519 ASN Dilantik, Bupati Jeje: Wajib Ber-KTP Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id - Sebanyak 519 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 menjalani prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA, ruber.id - Janji Walikota Tasikmalaya Budi Budiman untuk transparan terkait alokasi anggaran COVID-19 hingga kini tak jelas...

Konvoi 50 Bus ke Pangandaran, Cara IPOBA Bangkitkan Dunia Pariwisata

PANGANDARAN, ruber.id - Selasa (7/7/2020), puluhan bus pariwisata dari berbagai perusahaan otobus (PO) memasuki objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...