Sunday, 5 Jul 2020

Antraks di Yogyakarta, Dinas Peternakan Boyolali Siapkan 4.000 Vaksin, Gratis!

Baca Juga

Sisir Pusat Keramaian di Jatinangor, Warga Keluyuran Diminta Pakai Masker

JATINANGOR, ruber.id - Sejumlah pusat keramaian di wilayah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat disisir aparat gabungan, Kamis (26/3/2020). Kapolres Sumedang...

Baznas Sumedang Bantu Penderita Stroke yang Sempat Terlantar di Terminal Rambutan

SUMEDANG, ruber -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang baru saja menyerahkan bantuan terhadap seorang pria lanjut usia penderita stroke Johan, 68, warga...

DPRD Provinsi Jabar Anggarkan Rp1 Miliar untuk Belanja Pin Emas dan Jas

KOTA BANDUNG, ruber.id – Seluruh anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 atau sebanyak 100 orang, akan memeroleh pin emas, dengan total anggaran sekitar Rp525 juta. Sedangkan...

Heboh Awan Ufo di Sumedang, Fenomena Alam Apa? Ini Penjelasannya

SUMEDANG, ruber.id - Fenomena alam berupa awan berbentuk ufo yang menghiasi langit Sumedang, Jawa Barat, Jumat (21/2/2020), viral di media sosial.

Antraks di Yogyakarta, Dinas Peternakan Boyolali Siapkan 4.000 Vaksin, Gratis!

BOYOLALI, ruber.id — Adanya isu antraks di wilayah Gunungkidul, Yogjakarta membuat resah warga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk itu, jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali melakukan antisipasi sejak dini.

Khususnya dalam melakukan pengawasan untuk ternak sapi dari luar yang masuk ke Boyolali.

Kepala Disnakkan Boyolali Bambang Purwadi menyebutkan, ternak sapi dari luar daerah, seperti Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri yang masuk ke Boyolali dipantau secara ketat.

“Jika diketahui terkena virus antraks bisa cepat diketahui,” ujar Bambang, kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

Saat ini, kata Bambang, dalam menangani kasus antraks ini, pengawasan juga mencakup ternak asal Pacitan dan Wonogiri mengingat kedua wilayah itu berbatasan dengan wilayah Gunungkidul.

Pihaknya, juga rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang dari luar daerah.

Pengawasan, kata Bambang, penting dilakukan. Mengingat, pada 2011 lalu, di Boyolali juga pernah terjadi kasus antraks.

Meski begitu, kata Bambang, hingga kini, kasus serupa tidak terjadi lagi di Boyolali.

“Diharapkan tidak terjadi lagi (Antraks) di Boyolali,” harapnya.

Untuk itu, lanjut Bambang, pengawasan terus dioptimalkan. Mulai dari rutin mengambil sampel tanah di tempat penguburan hewan yang mati terjangkit antraks.

Pengambilan sampel tanah, juga dilakukan di tempat penyembelihan ternak. Selanjutnya, sampel dibawa ke laboratorium di Wates, Kulonprogo.

Upaya lain yang dilakukan, lanjut Bambang, dengan cara melakukan vaksinasi antraks terhadap ternak sapi dan kambing.

Setidaknya, Disnakkan Boyolali menyiapkan 3.000-6.000 vaksin antraks untuk ternak di Boyolali tiap tahun. Vaksinasi dilakukan secara gratis.

Disnakkan Boyolali, juga menyediakan dana khusus pengganti hewan ternak yang mati mendadak, utamanya ternak kambing dan sapi.

Pemberian bantuan sosial juga bertujuan agar ternak yang diduga mati akibat antraks tersebut tidak dijual.

Sebab, kata Bambang, virus antraks ini sangat membahayakan. Selain bisa menular ke hewan lain, juga bisa menular kepada manusia.

Diketahui, kasus antraks di Boyolali pernah terjadi di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego, pada 2011.

Bahkan, sempat terjadi penularan terhadap manusia. Beruntung, tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena cepat ditangani. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Warga Klaten Heboh! Ular Piton Sepangang 8 Meter Kabur, yang 3 Meter Berhasil Ditangkap

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Update COVID-19 Kabupaten Tasikmalaya: 5 Kasus Positif, ODP 9 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sebanyak 5 orang. Dari total kasus...

Kabar Baik, Pasien Positif Corona di Garut Tinggal 1 Orang

GARUT, ruber.id - Kabar baik, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang masih dirawat tinggal tersisa 1 orang.

Seorang Pendaki Hilang di Gunung Guntur Garut

GARUT, ruber.id - Seorang pendaki dilaporkan hilang di Gunung Guntur, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Sabtu (4/7/2020).

Alhamdulillah, Pasien Positif Corona di Kota Tasikmalaya Tinggal 2 Orang

TASIKMALAYA, ruber.id - Dari 26 orang pasien positif corona asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini tersisa tinggal 2 pasien yang masih menjalani...

Update COVID-19 Pangandaran: 17 Positif, 10 Sembuh, OTG Masih Tinggi

PANGANDARAN, ruber.id - Hingga Sabtu (4/7/2020), total warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terkonfirmasi positif corona sebanyak 17 orang. Dari...