Banyak Sampah di Sungai, Garut Harus Bangun TPA Lagi

  • Bagikan
Img
SEKJEN API Budi di kawasan TPA Pasirbajing. fey/ruang berita

GARUT, ruber — Permasalahan sampah di Kabupaten Garut dinilai kompleks. Sampai saat ini, baru 9 kecamatan saja di Kota Dodol yang mendapatkan pelayanan armada angkut sampah untuk dibuang ke TPA Pasirbajing.

Ini artinya, masih ada 33 kecamatan yang tidak mendapatkan pelayanan armada sampah.

Akhirnya, masyarakat di 33 kecamatan ini, membuang sampah ke sungai, atau membangun TPS liar di sepanjang jalan dan berbagai tempat lainnya.

Sekjen Assosiasi Pemulung Indonesia (API) Budi Juanda menganggap persoalan ini sangat serius.

Pasalnya, banyaknya sampah yang dibuang ke sungai kemudian akan bermuara ke laut.

“Inilah permasalahan besar yang selama ini pemerintah terkesan membiarkan hal tersebut.”

“Pencemaran laut telah atau sedang terjadi, sekalipun bupati Garut akan menambah armada angkutan sampah di tiap kecamatan, itu tidak akan menyelesaikan permasalahan,” katanya kepada ruber, Ahad (16/6/2019).

Menurut Budi, Pemkab Garut harus segera memberi solusi atas permaslahan tersebut.

Selain menambah armada sampah, idealnya, Pemkab Garut juga harus membangun lagi TPA. Terutama, untuk fasilitasi wilayah selatan dan utara Garut.

“Itulah solusi untuk menyelesaikan sampah di Kabupaten Garut. Bukan hanya di Garut kota saja yang ditangani DLHKP,” katanya.

Namun demikian, Budi mengapresiasi langkah Pemkab Garut yang tengah membenahi TPA Pasirbajing.

“Bupati Garut langsung menginstruksikan untuk segera ditangani, mudah-mudahan harapan Garut meraih Adipura bisa terealisasi.”

“Saya selaku sekjen API turut serta membantu penataan TPA Pasirbajing agar menjadi taman wisata sampah Kabupaten Garut,” tambahnya. fey

Foto: SEKJEN API Budi di kawasan TPA Pasirbajing, Garut. fey/ruang berita
loading…


  • Bagikan