Saturday, 4 Apr 2020

Zaman Kemerdekaan Gigih Membela NKRI, Nasib Pejuang asal Pangandaran Ini Kini Terabaikan

Baca Juga

Tuntut Transparansi, Warga Demo Wajah Baru Taman Raflesia Ciamis

CIAMIS, ruber -- Sejumlah warga dan mahasiswa Ciamis yang tergabung dalam Forum Peduli Infrastruktur Ciamis melakukan aksi demonstrasi di tugu Taman Raflesia Ciamis, Senin...

Keseruan Pemdes Cipanas Sumedang Cukur Massal Pelajar Sekolah Dasar

TANJUNGKERTA, ruber.id - Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) di wilayah Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dicukur massal oleh pemerintah desa setempat. Bahkan,...

Inter Milan Imbang, Juventus Kudeta Klasemen Serie A Setelah Taklukkan AS Roma 2-1

Inter Milan Imbang, Juventus Kudeta Klasemen Serie A Setelah Taklukkan AS Roma 2-1 SPORT, ruber.id -- Hasil imbang 1-1 yang diraih Inter Milan atas tamunya...

Baznas Sumedang Bekali Puluhan Penyandang Disabilitas Manajemen Wirausaha

SUMEDANG, ruber -- Sekitar 25 wirausaha penyandang disabilitas di Kabupaten Sumedang diberikan pembekalan manajemen wirausaha, Selasa (12/3/2019). Pelatihan digagas Baznas Sumedang bekerjasama dengan Disnakertrans Sumedang...

RADEN Karlan tunjukkan foto Presiden Soekarno yang terpajang di rumahnya di Pangandaran, Kamis (22/10/2019). smf/ruber.id

Zaman Kemerdekaan Gigih Membela NKRI, Nasib Pejuang asal Pangandaran Ini Kini Terabaikan

PANGANDARAN, ruber.id — Raden Karlan, 81, warga Dusun/Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang ikut terlibat menjadi Organisasi Keamanan Desa (OKD) dan Organisasi Pertahanan Rakyat (OPR) di tahun 1956 hinnga 1960 kini terabaikan.

Meski berjasa turut membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, namun nasib Karlan kini hanya jadi pemulung sampah di daerah perkotaan di Kabupaten Pangandaran.

 

BACA JUGA:

Budayawan dan Kasepuhan Berduka atas Wafatnya Maestro Silat Pangandaran

 

Raden Karlan yang lahir pada 14 Juni 1938 ini menceritakan kisahnya kepada ruber.id.

Ia mengaku, merupakan salah satu putra Raden Tisnawijaya, seorang tokoh masyarakat di wilayah Parigi, Pangandaran dan mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat (SR) dengan tanggal kelulusan 24 Juli 1954.

Meski kini sudah lanjut usia, namun keseharian Raden Karlan masih terlihat segar dan tidak pernah mengeluh merasakan rasa sakit seperti orang lanjut usia pada umumnya.

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Tertimbun Longsor di Purwakarta Ditemukan Tewas

PURWAKARTA, ruber.id - Warga tertimbun longsoran jembatan di Purwakarta, Jawa Barat ditemukan tewas, Jumat (3/4/2020) sore Menurut informasi terbaru,...

Menaker Minta Pengusaha Bayar THR Lebaran Tepat Waktu, Telat? Ini Dendanya

NASIONAL, ruber.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta pengusaha di Indonesia tepat waktu membayar THR Lebaran. Jika terlambat, Menaker...

Alfamart di Ciamis Dijarah, Bawa Kabur Uang Rp20 Juta, Pelaku Lari ke Arah Banjar

CIAMIS, ruber.id - Sekolompok orang tak dikenal beraksi di Alfamart Nagrak, di Jalan Jenderal Sudirman 246. Tepatnya di wilayah...

Jembatan Longsor di Purwakarta, 6 Warga Terimbun

PURWAKARTA, ruber.id - Bencana longsor menerjang Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020) sore sekitar jam 15.00 WIB.

Tangani COVID-19, DPRD Pangandaran Geser Rp2.2 Miliar Anggaran Reses dan Bimtek

PANGANDARAN, ruber.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sepakat menggeser anggaran dua kegiatan untuk penanggulangan virus Corona (COVID-19).