Thursday, 28 May 2020

Warga Pangandaran Ciptakan Sabun dan Virgin Coconut Oil Tanpa Bahan Kimia, Ini Khasiat dan Kelebihannya

Baca Juga

Kejari Depok Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

DEPOK, ruber.id - Guyuran hujan yang turun tak menyurutkan niat dan semangat personel adhyaksa untuk membagikan sembako kepada warga terdampak COVID-19 di...

Pilih Geluti Bisnis Online Softlens, Rini: Nggak Akan Basi

SUMEDANG, ruber -- Fesyen di kalangan wanita tidak pernah ada matinya. Seperti yang dilakukan oleh Rini Indriyani warga asal Sumedang yang merintis bisnis softlens. BACA...

Sadis, Pelaku Curat di Depok Ini Habisi Korbannya dengan Cara Digorok

DEPOK, ruber.id - Aksi keji dilakukan dua pelaku pencurian dengan kekerasan di Kota Depok, Jawa Barat. Dua kawanan pencurian...

Kabar Baik. Sejak Awal Mei, Tak Ada Tambahan Kasus Warga Positif Corona di Garut

GARUT, ruber.id - Alhamdulillah, sejak awal Mei 2020, tak ada tambahan pasien positif corina di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

SUTARSIH, perajin sabun batang VCO dan VCO bersama tim marketing, Yenny di Pangandaran, Kamis (17/10/2019). smf/ruber.id

Warga Pangandaran Ciptakan Sabun dan Virgin Coconut Oil Tanpa Bahan Kimia, Ini Khasiat dan Kelebihannya

PANGANDARAN, ruber.id — Sutarsih, 52, warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berhasil menciptakan sabun batang VCO dan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dari kelapa.

Profesi tersebut telah ditekuni Sutarsih sejak 2 tahun lalu, dan produk yang dihasilkan sekarang telah dipasarkan ke berbagai daerah.

BACA JUGA: Cerita Dafid, Pelajar di Pangandaran Berjualan Sosis Bakar, Jaga Asa Tetap Sekolah dan Bantu Ringankan Beban Keluarga

Sutarsih menyebutkan, tempat produksi sabun dan VCO dikerjakan di rumahnya di Dusun Kamurang RT 05/012, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Untuk pemasaran produk sabun batang VCO dan VCO yang diciptakannya ini, Sutarsih saat ini dibantu oleh tim dari Jakarta.

“Produksi saya lakukan secara dadakan saat ada pesanan dari beberapa jaringan. Baik dari daerah atau luar daerah,” ucap Sutarsih kepada ruber.id, Kamis (17/10/2019).

Sutarsih menjelaskan, bahan baku kelapa untuk membuat sabun batang VCO dan VCO biasanya menggunakan kelapa dari petani di daerah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.

“Untuk sekali produksi itu biasanya membutuhkan sebanyak 2000 butir kelapa, dan setelah diolah akan menghasilkan 150 liter VCO,” tutur Sutarsih.

Sutarsih menuturkan, VCO sebanyak 150 liter tersebut jika dipasarkan dapat menghasilkan Rp22.5 juta, dengan modal Rp10 juta.

“VCO yang dijual di pasaran harganya beragam, mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000,” terang Sutarsih.

Selain VCO, kata Sutarsih, ia juga memasarkan sabun batang VCO seharga Rp25.000/batang.

Sutarsih menjelaskan, proses tahapan pembuatan sabun batang VCO dan VCO membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

Bagi yang ingin mencoba untuk memproduksi sabun batang VCO atau VCO ini, bisa mencoba dalam skala kecil.

“Bila ingin mencobanya, uji coba dapat dilakukan dengan 17 butir kelapa, karena dari 17 butir itu dapat menghasilkan 1 liter VCO,” kata Sutarsih.

Sementara itu, tim marketing sabun batang VCO dan VCO Yenny mengatakan, produk Sutarsih berhasil dipasarkan di beberapa daerah. Di antaranya di Jakarta.

“Berdasarkan pengakuan konsumen kami, sabun batang VCO dan VCO bisa diterima karena memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan produk lain yang sudah bermerek,” kata Yenny.

Yenny menambahkan, kulit yang menggunakan sabun batang VCO menjadi sangat lembut dan halus.

Karena, kata Yenny, produk yang dibuat tidak menggunakan bahan kimia.

“Sedangkan VCO biasanya dikonsumsi dengan cara diminum dan berkhasiat menyegarkan tubuh,” kata Yenny.

Selain untuk dikonsumsi, lanjut Yenny, VCO juga bisa menumbuhkan rambut yang botak dan obat luka luar.

“Hasil penjualan produk, baik sabun batang VCO dan VCO sebagian kami sisihkan untuk kegiatan sosial menyekolahkan anak asuh dari keluarga miskin,” aku Yenny. smf

Baca berita lainnya: Cantigi, Asal Muasal Nama Objek Wisata Karang Tirta Pangandaran

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Update Corona Garut: Dua Pasien Meninggal Dunia, Tambahan Kasus 13 ODP dan 1 PDP

GARUT, ruber.id - Dua pasien dikabarkan meninggal dunia di RSUD dr. Slamet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (28/5/2020). Kedua...

Terpeleset saat Mancing, Warga Malangbong Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk

SUMEDANG, ruber.id - Atang, 40, warga Kampung Cibitung RT 01/05, Desa Cilampuyang, Malangbong, Garut hilang tenggelam di Sungai Cimanuk.

Massa Datangi DPRD Pangandaran Soal Pembubaran Karantina Pemudik

PANGANDARAN, ruber.id - Sejumlah massa mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Kedatangan...

Bansos Dana Desa untuk Warga Terdampak Corona di Sumedang Sudah Disalurkan Rp16 Miliar

SUMEDANG, ruber.id - Bantuan sosial untuk warga terdampak corona dari Dana Desa (DD) di Kabupaten Sumedang sudah disalurkan. "Hingga...

Update Corona Garut: Ada Tambahan 5 Kasus Baru

GARUT, ruber.id - Ada tambahan 5 kasus COVID-19 baru di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jadi, total kasus sebanyak 3.486 hingga Rabu (27/5/2020)...