Tuesday, 4 Aug 2020

Warga Garut Senang, Besaran BPNT Naik, Ini Nominal Kenaikkannya

Baca Juga

Warga Ganeas Tewas Terlindas di Andir Sumedang Utara, Minibus Kabur ke Arah Wado

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Yogi Muhamad Mukhlis, 17, warga Dusun Nagrak RT02/06, Desa Cikoneng Kulon, Ganeas, Sumedang tewas terlindas minibus, Sabtu (6/6/2020)...

Hari Jadi Kota Banjar, Ini Kado yang Disiapkan Komunitas Senja dan Taruna Darma

  BANJAR, ruber -- Kepedulian terhadap kebersihan sungai sampai saat ini terus dikampanyekan. Salah satunya Sungai Ciroas yang merupakan anak dari Sungai Citanduy. BACA JUGA: Sudah...

Pilkada 2020, KPU Pangandaran Umumkan Jumlah Dukungan Minimal Calon Perseorangan

Pilkada 2020, KPU Pangandaran Umumkan Jumlah Dukungan Minimal Calon Perseorangan PANGANDARAN, ruber.id -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menetapkan dan mengumumkan jumlah dukungan minimal...

Jaga Stamina Hindari Capek, Hari Ini KPU Sumedang Hanya Rampungkan 11 Kecamatan

SUMEDANG, ruber -- Hari pertama Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Sumedang hanya mampu menetapkan 11 kecamatan. BACA JUGA: Rapat Pleno Terbuka...

Warga Garut Senang, Besaran BPNT Naik, Ini Nominal Kenaikkannya

GARUT, ruber.id — Warga Kabupaten Garut, Jawa Barat senang. Penyebabnya, besaran saldo Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) naik mulai Januari 2020 ini.

Sebelumnya, warga hanya menerima BPNT sebesar Rp110.000, dan nantinya akan menjadi Rp150.000.

Ketua Forum Koordinasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Garut Dedeng Hamam menjelaskan, kenaikkan saldo ini dimulai pada Januari ini.

Untuk BPNT, kata Dedeng, pihaknya sudah berkoordinasi dengan komisi IV RI. Kemudian bersama-sama ke kementerian, dan diterima Direktur Penanganan Fakir Miskin.

“Untuk BPNT di bulan Januari, sudah bisa dilakukan penyaluran ketika saldo di-top up dan ada perubahan menjadi Rp150.000/KPM/bulan,” katanya kepada ruber.id, Kamis (16/1/2020).

Dari nilai tersebut, kata Dedeng, pemerintah merencanakan penambahan pangan dari unsur protein hewani maupun nabati.

Namun, kata Dedeng, untuk bahan pangan belum ditetapkan.

Alokasi beras, telur kemudian tambahan pangan jenis lainnya, baik protein hewani maupun nabati.

Keputusn ini, kata Dedeng, akan kembali dipertegas pada 20 Januari 2020, melalui rapat video konference bersama kementerian terkait dengan kepala dinas se wilayah I.

Jadi, lanjut Dedeng, untuk bahan pangan tambahannya dari unsur protein hewani dan nabati belum ditetapkan.

“Tetapi, disarankan dari unsur itu sebagai tambahan untuk program BPNT,” katanya. (R010/Fey)

Baca berita lainnya: Surya, Balita Penderita Hidrosefalus asal Garut Segera Dirujuk ke RSHS Bandung

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta Ditemukan

PURWAKARTA, ruber.id - Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Waduk Jatiluhur, Desa Kemuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Korban...

Diberi Dua Tugas Baru, Tahun 2021 Insentif Ketua RT/RW di Pangandaran Naik Lagi

PANGANDARAN, ruber.id - Ketua RT dan RW di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diberikan dua tugas baru di tahun 2021. Pertama, mereka harus...

Viral Hiu Tutul Terdampar di Pantai Cipatujah: Jadi Spot Selfie, Lalu Dicincang Rame-rame

TASIKMALAYA, ruber.id - Seekor ikan hiu tutul terdampar dan ditemukan warga telah mati di Pantai Bubujung, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya,...

Pemkab Dorong Produk UMKM dan IKM di Pangandaran Tembus Pasar Global

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dorong produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri Kecil dan Menengah) tembus...

Inter Milan Segera Perpanjang Kontrak 5 Pemainnya

SPORT, ruber.id - Inter Milan akan segera melakukan negosiasi untuk memperpanjang kontrak 5 pemain. Lima pemain ini dianggap menjadi...