NEWS, ruber.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI, Prof. Atip Latipulhayat menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui jaminan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak guna mendukung terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik.
Menurut Atip, keseriusan Presiden Prabowo terlihat dari masifnya pembangunan serta revitalisasi sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya dari sisi jumlah, program tersebut juga dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
“Presiden Prabowo melakukan terobosan dengan menerapkan skema swakelola dalam pembangunan dan revitalisasi sekolah.”
“Artinya, proses pembangunan langsung dilaksanakan oleh pihak sekolah,” ujar Atip saat meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan dan unit sekolah baru Persis di Kabupaten Sumedang, Sabtu, 24 Januari 2026.
Atip mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar 25 tahun terakhir, pembangunan sarana fisik pendidikan dinilai belum mendapatkan perhatian yang optimal.
Kondisi tersebut, menyebabkan banyak bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan serius.
Dengan skema swakelola, kata Atip, kualitas bangunan sekolah diyakini akan lebih terjaga.
Sebab, pihak sekolah sebagai pelaksana pembangunan memiliki tanggung jawab langsung terhadap hasil pekerjaan yang dilakukan.
“Ketika sekolah terlibat langsung, rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kualitas bangunan tentu lebih tinggi. Inilah yang menjadi keunggulan skema swakelola,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini menargetkan revitalisasi terhadap lebih dari 71.000 sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kompleks Sekolah Persis Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Wamen Dikdasmen juga meresmikan secara simbolis puluhan sekolah di wilayah Jawa Barat.
Puluhan sekolah tersebut berada di bawah naungan Persatuan Islam (Persis), yang tersebar di sejumlah daerah. Di antaranya di Sumedang, Bandung, Sukabumi, Majalengka, dan wilayah lainnya. ***






