GARUT  

Wabup Garut: Salah Satu Cara Bersyukur adalah Bangun Sarana Ibadah

Wabup Garut: Salah Satu Cara Bersyukur adalah Bangun Sarana Ibadah
Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman menghadiri peletakkan batu pertama Pembangunan Pondok Tahfidz Qur'an Nur Ageung dan Pelepasan TK Azalia di Desa Pakuwon, Cisurupan, Garut, Minggu (26/6/2022). ist/ruber.id

BERITA GARUT, ruber.id – Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Pondok Tahfiz Alquran Nur Ageung dan Pelepasan TK Azalia, di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu, 26 Juni 2022.

Helmi mengatakan, Allah SWT telah memberikan kenikmatan alam yang luar biasa. Bagaimana cara mensyukuri kenikmatan tersebut, salah satunya dengan membangun sarana beribadah kepada Allah SWT.

“Salah satu yang kita bisa jadikan sarana ibadah itu adalah yang sedang dilaksanakan oleh bapak ibu sekalian dan di sini. Yaitu adanya TK Azalia, pondok pesantren juga sudah dimulai, pondok tahfiz akan dimulai,” ucapnya.

Helmi juga mengapresiasi TK Azalia, di mana para lulusannya banyak yang berprestasi di tingkat sekolah dasar (SD). Khususnya, di SD yang berada di daerah Pakuwon.

Baca juga:  Warga Samarang Minta Pemkab Garut Segera Perbaiki Jalan Rusak

“TK Azalia luar biasa, tahun 2008 (berdiri), sudah 14 tahun berdiri. Dan alhamdulilah, mengeluarkan lulusan-lulusannya yang berprestasi di SD sini ya, SD Pakuwon ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Madinatunnajah Raden Angga Wiraatmaja mengatakan, sebuah kebanggaan bagi TK Azalia. Karena, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bisa berkenan datang pada kegiatan hari ini.

“Kegiatan ini bermula merupakan salah satu pelapasan siswa-siswi Azalia. Yang Insya Allah, pada bulan depan akan memasuki ke jenjang pendidkkan dasar. Yaitu ke sekolah dasar,” ucap Raden.

Tak hanya pelepasan TK Azalia, kata Raden, dalam kegiatan ini juga dilakukan peletakkan batu pertama. Untuk pembangunan Pondok Pesantren Nur Ageung di Yayasan Madinatunnajah.

Baca juga:  Bupati Garut Sebut 1.9 Juta Jiwa Warganya Masuk DTKS, Tapiā€¦

“Kami mempunyai suatu keinginan bahwa pondok pesantren ini akan mempunyai unggulan tahfiz Alquran. Kita ingin, akan keluarnya hafiz, hafizoh yang akan dididik, dibina dan diapik di pondok pesantren ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Agus Rodiyan menjelaskan, Yayasan Madinatunnajah Pakuwon ini sudah berdiri sejak tahun 2008.

Kemudian, secara perlahan berkembang menjadi lebih besar. Sehingga saat ini, bisa membangun sebuah asrama pendidikan tahfiz Alquran.

“Dan sebelumnya, kita sudah ada lembaga. Yaitu, TK Azalia dan kita sudah kurang lebih (sudah berdiri) 13 tahun (atau) sudah ada 13 lulusan. Alhamdulillah, lulusan kita dari TK Azalia ini semuanya dari ranking 1 sampai 10 itu semuanya nominasi dari kita semua,” sebutnya.