GARUT  

Wabup Garut Resmikan Masjid Jami Al-Istiqomah di Cisurupan

Wabup Garut Resmikan Masjid Jami Al-Istiqomah di Cisurupan
Wabup Garut dr. Helmi Budiman dan Sheikh Walid Masyari Al Saef meresmikan Masjid Al Istiqomah, di Kampung Panyingkiran, Sukawargi, Cisurupan, Garut, Senin (20/6/2022). ist/ruber.id

BERITA GARUT, ruber.id – Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman bersama Sheikh Walid Masyari Al Saef meresmikan Masjid Jami Al-Istiqomah, di Kampung Panyingkiran, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Senin, 20 Juni 2022.

Masjid Al-Istiqomah ini, dibangun oleh Badan Wakaf Kuwait melalui Yayasan Baitul Al-Khairiyyah dan Yayasan Sheikh Abdullah Al Nouri Charity Society.

Dalam sambutannya, Wabup Helmi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak yayasan. Karena, telah membantu masyarakat Garut dengan membangunkan masjid di wilayah tersebut.

Helmi mengatakan, pertambahan penduduk di Kabupaten Garut, setiap tahunnya kurang lebih 50.000, berdasarkan angka kelahiran.

Menurutnya, jika dari 50.000 kelahiran tersebut diestimasikan per 1000 orang, maka membutuhkan 1 masjid.

Baca juga:  Lakukan Giat Malam, Bupati Garut Cek Sejumlah Pusat Keramaian

Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan setidaknya 50 masjid di Kabupaten Garut, guna menunjang angka kelahiran tadi.

“Jadi, setiap tahun kami harus membangun 50 masjid untuk 50.000 masyarakat (yang lahir). Dengan asumsi, dari 1000 orang yang suka ke masjidnya 150 (orang). Kalau yang seribu orang itu semuanya ke masjid berarti perlu 7 kali lipat (atau) 350 masjid,” ucap Helmi

Sementara itu, perwakilan dari Kuwait, Sheikh Walid Masyari Al Saef mengaku, sangat berbahagia dan berbangga hati bisa hadir dalam acara peresmian Masjid Al Istiqomah. Sekaligus dapat bertemu dengan Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman sertq masyarakat Garut.

“Tentu, saya ingin menyampaikan ucapan jazakumullah khairan katsiran, kepada semua yang terlibat dalam pembangunan masjid ini. Dan tentu, amanah bagi kita untuk memakmurkan masjid ini dengan melaksanakan salat berjemaah,” katanya.

Baca juga:  Ini Alasan Cikajang Harus Bergabung dengan DOB Garut Selatan

Sheikh Walid menjelaskan, secara geografis, negara Kuwait merupakan negara kecil dan memiliki jumlah penduduk yang sedikit.

Namun, kata dia, Kuwait memiliki pemerintahan dan masyarakat yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.

“Kami memiliki ratusan proyek-proyek sosial untuk disalurkan di berbagai negara-negara yang membutuhkan, baik itu di Asia, di Afrika,” tuturnya.

Membutuhkan 9 Ruang Kelas untuk Madrasah

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana, Ustaz Cecep Saeful Anwar menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar ilmu agama. Dengam jumlah peserta didik kurang lebih 230 santri mukim dan nonmukim.

Cecep menuturkan, sistem pembelajarannya sendiri terbagi ke dalam beberapa kelas.

“Dengan sistem pembelajaran secara klasifikasi di kelas-kelas, ada 9 kelas yang kami butuhkan. Mungkin Pak Wabup bisa lihat (dan) Sheikh bisa lihat, ini adalah lokasi bangunan madrasah yang sudah ada,” ucapnya.

Baca juga:  Lagi, ODP Corona di Garut Meninggal Dunia, Kali Ini asal Malangbong

Cecep menyampaikan, saat ini pihaknya sudah membangun 4 lokal madrasah. Namun, masih membutuhkan 9 ruangan kelas di madrasah yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para santri.

“Oleh karena itu, kami bermohon, mudah-mudahan Sheikh dari Kuwait dan juga yayasan, dan juga Pak Wabup bisa berkenan mewujudkan cita-cita kami para asatid cita-cita kami, para santri (yang) ingin membangun ruang kelas baru,” ucapnya.