21.4 C
Indonesia
Sabtu, September 25, 2021
spot_img

Virus Corona Mewabah, Mahasiswa asal Klaten Tertahan di Wuhan China

AHMAD, suami dari Hidayatul Millati Rusdiyah, mahasiswi S3 di Universitas Chonging, yang tertahan di China. jolar/ ruber.id

Virus Corona Mewabah, Mahasiswa asal Klaten Tertahan di Wuhan China

KLATEN, ruber.id — Mewabahnya virus corona di China, membuat mahasiswa asal Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tertahan di Wuhan.

Mahasiswa tersebut yaitu Hidayatul Millati Rusdiyah, S3 di Universitas Chonging, China.

Paskavirus mematikan ini mewabah, Pemerintah China memang sengaja menutup akses bagi warganya dan mewajibkan warganya memakai masker.

Sebelumnya, Hidayatul Millati Rusdiyah bersama suamianya Ahmad Syaifudin Zuhri tinggal di Wuhan Hubei, China.

BACA JUGA:  Empat Warga Garut Positif Rapid Test Tinggal Menunggu Hasil Swab

Mereka tinggal di sebuah aperteman di kota tersebut sejak tahun 2011.

BACA JUGA:  Gropyokan, Cara Ampuh Petani di Jawa Tengah Basmi Hama Tikus

Namun, pada 9 Januari 2020 lalu, suaminya Ahmad Syaifudin bisa kembali pulang ke tanah air bersama anaknya, karena cuti.

Sedangkan, Hidayatul Millati Rusdiyah masih tetap tinggal di Chonging karena keperluan studi dan desertasi, kemudian berencana kembali pada Februari 2020, nanti.

Sang suami, Ahmad Syaifudin Zuhri mengatakan, pihak keluarga tiap saat memantau perkembangan melalui telepon selullar, serta pemberitaan di media.

“Selama ini, kondisi keluarga (istri) di sana dalam keadaan sehat. Saya selalu komunikasi melalui telepon,” kata Ahmad ditemui di kediamanya di Desa Malangan, Selasa (28/1/2020).
.
Rencananya, kata Ahmad, ia akan kembali ke Wuhan pada Maret 2020, untuk masuk kuliah kembali.

BACA JUGA:  ASN Berstatus Pasien Dalam Pengawasan Corona di Depok Meninggal Dunia

Terkait kasus corona, kata Ahmad, saat ini, ia juga masih menunggu perkembangan informasi dari keluarga di China.

BACA JUGA:  Jalani Isolasi COVID-19, Sejumlah Klub Liga 1 Indonesia Support Striker Persib Wander Luiz

“Jadi, mahasiswa di sana ada grup medsos yang ada di Wuhan. Kami pantau perkembangannya lagi,” sebut Ahmad.

Saat ini, Ahmad juga menunggu kabar dari pemerintah dan KBRI.

“Kami menunggu informasi itu, ada evakuasi atau tidak. Memang, kalau melihat pemberitaan ya seperti itu, padahal di sana ya masih biasa-biasa saja,” ujar Ahmad. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Waspada Virus Corona! Jika Panas Badang di Atas 38 Derajat Segera Datang ke RSUD Al Ihsan Bandung

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles