24.4 C
Indonesia
Selasa, September 21, 2021
spot_img

Tugu Tarogong Garut Tuai Pro-Kontra, Budi Juanda: Ada Hal Lain yang Lebih Krusial

GARUT, ruber — Revitalisasi Tugu Bunderan Tarogong, Kabupaten Garut, menuai pro-kontra. Pasalnya, pada tugu tersebut tercantum kalimat sambutan “Selamat Datang di Kota Dodol”. Tak pelak, hal ini jadi bahan perbincangan warga.

Ada yang menilai tulisan pada tugu tersebut kurang pas, karena ikon utama Garut adalah kota intan. Namun tak sedikit pula yang setuju, karena kota dodol juga merupakan salah satu ikon Garut.

Budi Juanda, Ketua LSM Front Pemuda Guntur (FPG) berpendapat bahwa Garut Kota Dodol merupakan ciri khas makanan produk Garut.

“Tidak menjadi masalah. Sambil melakukan kegiatan yang bisa menjadikan indah, tertib, aman dan nyaman bisa terwujud,” katanya, Senin (10/06/2019).

BACA JUGA:  Sambangi Sejumlah Tokoh, Dandim Garut: Silaturahmi Merawat Kebhinekaan
BACA JUGA:  Paguyuban di Garut Ubah Lambang Garuda, Anggotanya Dijanjikan Bebas Utang

Budi menilai tidak perlu mempersoalkan masalah sepele seperti itu, karena ada masalah yang jauh lebih krusial untuk disikapi dari Garut.

“Saat ini kita harus fokus terhadap pemberantasan korupsi, sampah, berikut penataan TPA Pasirbajing yang profesional. Saya pikir itu maha penting, untuk dapat meraih penghargaan adipura. Isu nya kok beralih jadi isu ikon Garut,” sesalnya.

Dia menambahkan, revitalisasi bunderan Tarogong dengan tugu Garut itu merupakan upaya pemerintah daerah untuk melestarikan, sekaligus mempromosikan produk makanan khas daerah Garut.

Masyarakat juga menurutnya harus ikut serta melaksanakan keindahan, ketertiban dan keamanan, agar tujuan kota intan benar-benar bisa terwujud.

Senada dengan Budi, Ketua LSM Laskar Indonesia Garut, Dudi Supriyadi menilai bahwa dodol merupakan julukan terhadap kondisi sebenarnya Kabupaten Garut hari ini.

BACA JUGA:  Diskominfo Garut Ajak Puskesmas Cegah Penyebaran Corona
BACA JUGA:  Aktivis Lingkungan di Garut Tolak Pembangunan Jalan Poros Cikuray

Dia menambahkan, bahwa julukan kota merupakan cerminan kondisional. Kalau dulu Garut dijuluki kota intan karena memang melihat kondisi Garut pada waktu itu yang memang bersih tertata.

“Waktu itu menurut orang luar dan orang Garut, disebut kota intan karena kondisinya bersih, tidak semrawut dan tertata. Nah, kalau kondisi sekarang kan tidak bersih tapi semrawut. Artinya, julukan kota intan kalau dipakai hari ini tidak relevan lagi,” tegasnya.

Kalau sekarang disematkan julukan kota dodol, karena memang itu yang pantas dan dapat lebih dikenal orang dalam maupun luar.

“Dilihat dari perspektif ikon atau brand, dengan tugu Garut ini agar cepat dikenal. Ini sangat relevan dalam kondisi masyarakat dalam atau luar untuk menilai Garut,” katanya. fey

BACA JUGA:  Insentif Tak Cair, Warga Geruduk Kantor Desa Cintanagara Garut
BACA JUGA:  Diskominfo Garut Ajak Puskesmas Cegah Penyebaran Corona
Foto: TUGU Bunderan Tarogong Kabupaten Garut. fey/ruang berita

 

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles