Monday, 6 Apr 2020

Tokoh Kharismatik HAMIDA Belum Tentukan Dukungan Pilkada 2020 di Pangandaran

Baca Juga

Kasus Ayah Hamili Anak di Garut, KAMMI Minta P2TP2A Fokus Penanganan di Daerah

GARUT, ruber -- Pengurus Daerah KAMMI Kabupaten Garut mengecam tindakan UR, 42, yang melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri. Kepala Bidang Badan Pemberdayaan Perempuan...

Relasi Sumedang Gerilya Ajak Pemilih Pemula dan Pemuda Sukseskan Pemilu 2019

SUMEDANG, ruber -- Usai dilantik beberapa waktu lalu, Relawan Demokrasi (Relasi) KPU Kabupaten Sumedang gencar melakukan sosialisasi ke lapangan. BACA JUGA: ‘Nganjang’ ke Sumedang, Itje...

Tekan Kasus DBD, Ini Langkah yang Dilakukan Puskesmas Sumedang Selatan

SUMEDANG, ruber -- Karena terbilang rawan demam berdarah, sejumlah daerah di Kabupaten Sumedang terus melakukan upaya pencegahan. BACA JUGA: Bisa Dicoba! Ini 3 Tanaman Rekomendasi...

Kerap Dikritik Warga Soal Ketersediaan Air dan Pelayanan, Legislator Kunjungi PDAM Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Anggota DPRD Kabupaten Sumedang soroti kinerja PDAM Sumedang yang kerap dikritik warga, khususnya di wilayah Sumedang kota tidak maksimal dalam hal...

PANGANDARAN, ruber.id — Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum menentukan sikap di Pilkada 2020.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Asep Maoshul Affandi mengatakan, dirinya belum memberikan instruksi untuk bersikap dalam Pilkada Pangandaran lantaran belum ada calon yang pasti, baru rumor-rumor saja.

Meski begitu, kata Asep, dirinya tetap menginstruksikan Hamida untuk berpartisipasi atau memberikan hak pilihnya dalam Pilkada yang akan digelar pada 23 September mendatang.

“Bukan tidak mungking juga kalau nantinya ada calon bupati/wakil bupati dari Hamida yang didorong dalam Pilkada 2020 ini.”

“Kenapa tidak, kita rakyat Indonesia, mungkin saja nanti ada yang maju. Apakah itu dari partai atau jalur independen juga bisa,” katanya kepada ruber.id di Pangandaran belum lama ini.

Asep Maoshul yang juga Politisi senior dari Partai Persatuan Pembangunan menuturkan, terkait sikap DPC PPP Pangandaran yang hampir merapat ke incumbent itu belum ada keputusan akhir.

“Keputusan bukan di DPC, tapi di DPP. Kami juga ingin melihat dulu animo dan orientasi masyarakat Pangandaran itu seperti apa, bukan hanya membaca calonnya saja,” tuturnya.

Asep menyebutkan, dalam Pilkada 2020 ini tidak boleh ada calon tunggal, hal tersebut bisa mendzolimi citra demokrasi.

Maka dari itu, kata Asep, dirinya meminta untuk mendorong di Pangandaran ini agar lebih dari satu pasangan calon.

“Kami yakin di Kabupaten Pangandaran masih banyak orang yang berpotensi untuk dicalonkan maju di Pilkada 2020,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Jaga Kualitas Tanah, Komisi IV DPR RI Imbau Petani di Pangandaran Gunakan Pupuk Organik

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Elite Pro Academy, Asa PSSI Lahirkan Generasi Emas Sepakbola Indonesia

SPORT, ruber.id - Elite Pro Academy yang diprogramkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bertujuan untuk melahirkan generasi emas sepakbola Indonesia.

Kapten Persib: Penghentian Liga Indonesia Tahun Ini Lebih Berat dari 2015

SPORT, ruber.id - Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir menilai penghentian kompetisi tahun ini lebih berat dibanding tahun 2015.

Sudah 23.000 Perantau Mudik ke Garut, Bupati: yang dari Jakarta Please Jangan Mudik Dulu

GARUT, ruber.id - Bupati Garut Rudy Gunawan meminta perantau dari Jakarta dan wilayah zona merah COVID-19 lainnya untuk tidak mudik dulu.

Cegah Corona, Forkopimda Banyuresmi Garut Jaga Ketat Wilayah Perbatasan

GARUT, ruber.id - Cegah virus corona, Forkopimda Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat memperketat mobilitas warga. Penjagaan ketat dilakukan di...

Kakek Kamsiah Belum Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk Dilanjut Besok

INDRAMAYU, ruber.id - Pencarian Kamsiah, 72, kakek yang tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu akan dilanjutkan esok hari. Hingga hari...