Rabu, 12 Agu 2020

Tokoh Agama di Cimanggung Sumedang Protes Karaoke Family

Baca Juga

Mulai Hari Ini Layanan Angkutan Umum di Pangandaran Diberhentikan

PANGANDARAN, ruber.id - Operator angkutan umum di Pangandaran, Jawa Barat merespon aspirasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

KAI Perpanjang Promo Rp1000, KA Galunggung dan KA Pangandaran

ruber -- Sejak kali pertama diluncurkan, peminat KA Galunggung (Kiaracondong-Tsikmalaya PP) dan KA Pangandaran (Gambir-Bandung-Banjar PP) sangat besar. Dilansir dari laman tribunnews.com, rata-rata okupansi KA Galunggung mencapai 89%/hari...

Terpapar Debu Erupsi Gunung Tangkuban Parahu, 15 Wisatawan Dikabarkan Alami Sesak Nafas

ruber -- Sebanyak 15 wisatawan Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dikabarkan mengalami sesak napas paskaerupsi. BACA JUGA: Video Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Di...

Update Corona Kota Banjar, Sabtu 8 Agustus 2020

KOTA BANJAR, ruber.id - Sabtu (1/8/2020) malam, kasus COVID-19 di Kota Banjar, Jawa Barat tersisa 3 suspek. Pekan sebelumnya,...

SEJUMLAH tokoh agama di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang melakukan audensi di kantor Satpol PP Sumedang. bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber – Sejumlah tokoh agama di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang mendatangi Kantor Satpol PP Sumedang untuk melakukan audensi terkait keberadaan karaoke family di wilayahnya, Rabu (24/7/2019).

Para tokoh agama beserta masyarakat, sepakat untuk meminta agar Pemkab Sumedang dapat segera menghentikan izin sekaligus menutup karoke family tersebut.

“Lokasi posko saya tidak jauh dari family karaoke itu. Dan kami menyaksikan sendiri ada yang buka paha tinggi dan yang mabuk di sana,” ujar Ketua PIC Tarmidzi Yusuf saat melakukan audensi.

Tarmidzi mengatakan, kesepakatan tersebut sudah bulat walaupun pihaknya mengetahui jika manajemen karaoke tidak pernah menyediakan Pemandu Lagu (PL) ataupun minuman keras.

“Kami tidak menutup mata, memang betul pihak karaoke tidak menyediakan PL atau miras. Tetapi PL itu yang datang dan membuat kami terusik,” terangnya.

Selain itu, kata Tarmidzi, jika audensi tersebut merupakan lanjutan dari hasil investigasi para tokoh agama di bulan Januari lalu.

Di mana, lokasi karaoke family yang letaknya sekitar 300 meter dari Masjid Al Asstro Duta Family tersebut, menurut Tarmidzi telah mengurangi keberkahan.

“Hasil kesepakatan tadi, kami berikan waktu 14 hari agar tidak ada pelanggaran miras dan PL. Jika melanggar, maka kami akan tutup sendiri begitu juga setelah 14 hari. Kalau tidak tutup sendiri, maka kami akan tempuh cara kami dan akan kami laporkan ke bupati,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.

Di tempat yang sama, Owner Karaoke Family Yamin Supriatna mengaku pihaknya sudah menempuh prosedur perizinan.

Bahkan, pihak manajemen juga sudah memperketat tata tertib agar pengunjung tidak membawa minuman keras.

“Kami terapkan cek body kepada setiap pengunjung agar tidak membawa miras. Bahkan jika ada yang menggunakan pakaian senonoh, kami juga menyediakan sarung untuk menutupi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Yamin juga menyatakan jika konsep karaoke family miliknya merupakan semi syariah. Hal tersebut dibuktikan dengan diterapkanya salat magrib berjamaah setiap harinya.

“Itu kami lakukan di lobby. Dan tidak hanya pihak manajemen saja, melainkan tamu juga suka ada yang ikut berjamaah,” katanya.

Namun demikian, pihak karaoke family juga mengaku siap untuk mengikuti kesepakatan yang diajukan oleh pihak PCI.

“Kami dari manajemen siap mengikuti hasil kesepakatan itu,” sebutnya.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Sumedang Deny Hanafiah menuturkan, pihaknya telah melakukan mediasi untuk menindaklanjuti laporan dari sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Persaudaraan Islam Cimanggung ini.

Dalam mediasi tersebut, kedua pihak telah menyepakati untuk melakukan perubahan dalam jangka waktu 14 hari.

“Kami mediasi dan konfrontasi sekaligus cari jalan keluarnya. Sebelumnya juga pernah diselesaikan tahun 2016, dan saya lihat ada perbaikan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Deny menegaskan, pihaknya akan terus memantau hasil mediasi kedua belah pihak dalam kurun waktu selama 14 hari sesuai dengan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak.

“Ini pemicunya dari pengunjung, dan saya sudah tekankan kepada manajemen untuk menyeleksi siapapun pengunjungnya yang benar-benar sehat. Jangan sampai nantinya ada keributan,” tuturnya. bay

 

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tips Memilih Gadget Terbaik Sesuai Kebutuhan, Simak!

GADGET, ruber.id - Saat ini perangkat elektronik dan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan begitu banyak gadget keren yang bermunculan...

Pasien Positif Corona di Sumedang Sembuh 2, Nambah 1 dari Cibugel

SUMEDANG, ruber.id - Pasien positif virus corona di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang masih dalam perawatan berkurang 1, Selasa (11/8/2020).

Forum Pemuda Pangandaran Segera Membedah Kebijakan Pembangunan Daerah

PANGANDARAN, ruber.id - Forum Pemuda Pangandaran akan menggelar diskusi mengenai kebijakan pembangunan daerah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Segera Diputuskan, Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Jenjang SD dan SMP

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat belum dapat menentukan waktu dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski demikian, skema belajar siswa...

Hasil Europa League: Man Utd dan Inter Melaju ke Semi Final

SPORT, ruber.id - Manchester United dan Inter Milan melaju ke babak semi final Uefa Europa League (UEL) 2020. Pada...