Tiga Kasus Baru Positif Corona di Sumedang, Berasal dari Pemudik

Pasien Positif Corona di Sumedang
BUPATI Sumedang H Dony Ahmad Munir saat memimpin rapat evaluasi PSBB Sumedang, Senin (11/5/2020) sore. ist/ruber.id

SUMEDANG, ruber.id – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengonfirmasi tiga kasus baru warga positif corona di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tiga kasus baru ini berasal dari pemudik asal zona merah yang pulang kampung ke Sumedang.

“Hari ini ada kabar buruk yang harus disampaikan. Tiga pemudik yang hasil rapid tesnya positif, terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dites rapid,” kata bupati saat memimpin rapat evaluasi PSBB, Senin (12/5/2020).

Ketiga warga positif hasil swab ini, kata bupati, dua merupakan warga Kecamatan Ujungjaya dan satu lainnya warga Kecamatan Buahdua.

BACA JUGA: Dua Warga Ujungjaya Sumedang Positif Corona Hasil Tes Swab

BACA JUGA: Tes Swab Warga Buahdua Sumedang Positif Corona

Baca juga:  Ini Kata Sarbumusi, KSPN dan KSBSI Soal Kasus BPJAMSOSTEK

Ketiga warga ini, lanjut Dony, sebelumnya dinyatakan reaktif pada saat rapid test.

“Warga Ujungjaya yang sebelumnya reaktif berdasarkan rapid test ada 8 orang, dua orang di antaranya ternyata positif berdasarkan hasil Swab.”

“Begitu pula dengan pemudik asal Buahdua, sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test ada 5 orang itu, dan satu orang di antaranya positif berdasarkan SWAB,” jelasnya.

Tambahan tiga kasus baru ini, membuat total kasus warga Sumedang terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 9 kasus. Di mana, satu di antaranya yakni warga Kecamatan Darmaraja sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan 8 orang lainnya, yakni satu orang warga Sumedang Selatan, tiga asal Jatinangor, satu Cimanggung, dua warga Ujungjaya 2, dan satu warga Buahdua.

Baca juga:  Employee Volunteering BPJS Ketenagakerjaan Berbagi dengan Puluhan Anak Yatim

“Jumlah warga yang positif Swab menjadi 8 orang. Selain itu, ada 28 warga yang reaktif rapid test,” ungkapnya.

Bupati berharap, adanya tambahan kasus baru berasal dari pemudik ini menjadi perhatian khusus para manajer Check Point. Khususnya di pos penjagaan di wilayah perbatasan untuk lebih memperketat pengawasan terhadap para pemudik.

“Saya minta, para manajer Check Point di perbatasan lebih diperketat pengawasannya. Karena hampir semua kasus positif COVID-19 rata-rata bawaan dari luar daerah,” ucapnya. (R003)

Baca berita terkait lainnya: PSBB Sumedang: Toko Emas Ditutup, Pemilik Menangis