29.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Tertahan di Level 3, Pangandaran Targetkan Tempat Wisata Buka Pekan Depan

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran menargetkan tempat wisata bisa dibuka pekan depan. Diketahui, daerah bungsu Jawa Barat ini masih menerapkan PPKM Level 3 hingga 30 Agustus 2021.

Padahal, kasus Covid-19 di Pangandaran sudah mengalami penurunan yang signifikan. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 pun berada di angka 95%. Begitu juga dengan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD Pandega yang sudah turun.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya menargetkan daerahnya ada di leval 2 pada pekan depan. Diakuinya, ada satu indikator yang saat ini masih dianggap rendah. Yakni angka tracing dan testing alias pelacakan dan pemeriksaan.

Sementara, melakukan testing apalagi test swab itu tak mudah. Tak sedikit masyarakat yang menolak. Bahkan untuk seorang yang sudah berstatus kontak erat pun, banyak yang enggan menjalani test swab.

BACA JUGA:  Larungan Agung di Pantai Pangandaran yang Dibubarkan, Begini Penjelasan Panitia
BACA JUGA:  Insiden Kapal Tongkang Pengangkut Breakwater di Pangandaran, Begini Ceritanya

“Target saya minggu depan kita ada di level 2, sehingga tempat wisata bisa buka. Soal vaksinasi terhadap pelaku usaha pariwisata, saat ini sedang digencarkan lagi. Ini upaya kami supaya dapat relaksasi dari pemerintah pusat,” kata Jeje, Rabu (25/8/2021).

Jeje menyebutkan, dari total 6 indikator leveling kasus Covid-19 di Indonesia, sebanyak 5 indikator sudah bagus. Misalnya BOR RSU yang sudah di bawah 20%, tingkat kematian rendah, rasio kasus aktif rendah, penanganan rawat inap dan lainnya.

“Pangandaran ini yang masih rendah adalah tracing dan testing, itu yang masih menjadi masalah. Kemarin sudah kita bahas dan perbaiki, sehingga target kita minggu depan bisa turun dari level 3 jadi level 2,” sebutnya.

BACA JUGA:  BMKG Rilis Pangandaran Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi
BACA JUGA:  Kades di Pangandaran Belum Paham Pengelolaan Keuangan

Anak Sekolah Ditest Swab Antigen

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan testing terhadap anak sekolah. Jeje meminta, setiap hari harus ada 200-an siswa yang diperiksa melalui test swab antigen.

“Anak-anak kan mulai sekolah tatap muka, sehingga perlu diperiksa. Saya sudah arahkan agar para Kepala Sekolah membawa anak didiknya untuk ditesting. Sehari minimal 200 orang diperiksa,” tuturnya.

Selain itu, kata Jeje, testing terhadap kontak erat pasien positif juga ditingkatkan menjadi minimal 10 orang per satu pasien positif. Untuk menyukseskannya optimalisasi, peran TNI/Polri sebagai tracer ditingkatkan.

“Target idealnya memang 800 orang/hari, tapi sementara kita targetkan 400 saja dulu. Kemudian percepatan vaksinasi juga terus dilakukan. Saat ini rata-rata warga Pangandaran yang divaksin mencapai 3.500 orang/hari,” terangnya. (R002)

BACA JUGA:  Kampus Politeknik KP Pangandaran Sudah Bisa Dipakai KBM

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles