21.4 C
Indonesia
Minggu, Oktober 17, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Target Produksi Padi di Sumedang Optimistis Tercapai

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang menargetkan produksi padi mencapai 387.374 ton pada tahun 2021 ini.

Target ini lebih banyak sekitar 25.423 ton dari target produksi padi pada tahun sebelumnya, yakni 2020.

DPKP Sumedang Optimistis Target Produksi Padi Tercapai

Meski masih di tengah pandemi, namun DPKP Sumedang optimistis dapat merealisasikan target ini.

Sekretaris DPKP Sumedang Rudi Suprayogi menjelaskan, data yang masuk hingga September 2021, produksi padi di Sumedang mencapai 317.823 ton.

“Tahun 2020 target 361.951 ton padi tercapai. Semoga, target produksi pada tahun ini juga tercapai.”

“Dengan tercapainya target produksi padi ini, tentunya akan memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Rudi menyatakan, wilayah yang menjadi lumbung padi di Kabupaten Sumedang terdapat di sejumlah kecamatan.

BACA JUGA:  Polisi Periksa 4 Orang Pengembang Perumahan di Lokasi Longsor Sumedang

Di antaranya, sambung Rudi, di areal persawahan Kecamatan Darmaraja, Situraja, Buahdua, dan Conggeang.

“Sumedang saat ini memiliki lahan pertanian seluas 31.166 hektare. Sedangkan untuk lahan perkebunan seluas 4.500 hektare. Ini tersebar di 270 desa dari 26 kecamatan,” ucapnya.

Target Holtikultura dan Perkebunan

Rudi mengatakan, selain padi, Sumedang juga menghasilkan produksi dari sektor holtikultura dan perkebunan.

Target produksi holtikultura sekitar 231.717 ton untuk tahun 2021 ini.

Pada tahun sebelumnya (2020), jumlah produksi dari holtikultura dan perkebunan ini hanya mencapai 154.372 ton.

Rincian target tahun 2021 dari sektor perkebunan sebanyak 7.053 ton. Pada tahun sebelumnya, hanya tercapai 6.592 ton.

“Sektor holtikultura dan perkebunan ini banyak menopang ketahanan pangan di Sumedang, terutama selama pandemi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sejak Pandemi, Tak Satu Pun Buruh Kahatex di Sumedang Terkena PHK

Ketersediaan Air Memadai

Rudi menambahkan, sektor pertanian sangat memerlukan sumber daya air yang memadai.

Karena, lanjut Rudi, ketersediaan sumber air ini merupakan hal penting.

Sehingga, dapat mendongkrak produksi yang dihasilkan.

Adapun, sumber air di Sumedang saat ini berasal dari aliran sungai, mata air, dan tadah hujan.

“Sumber air yang ada di Sumedang ini sudah cukup untuk mengairi lahan perkebunan dan pertanian,” ucapnya.

Produksi Padi Sumedang Meningkat

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan pada DPKP Sumedang Nunung Satya menyebutkan, ada penambahan produksi padi sekitar 3000 ton lebih per musim.

Nunung menjelaskan, peningkatan produksi ini dipicu adanya bantuan benih padi yang disalurkan Kementerian Pertanian.

BACA JUGA:  Soal e-KTP WNA, Bawaslu Sumedang Minta KPPS Sisir Ulang DPT

Yaitu, melalui program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB).

Pihakhya, sambung Nunung, mendapat bantuan berupa benih padi dari kementerian tersebut.

Benih ini, kata Nunung dialokasikan untuk lahan kering atau lahan baru yang tidak bisa ditanam padi.

Yaitu mencakup lahan seluas 1070 hektare.

“Selain itu, kami juga mendapat bantuan sarana dan prasarana penunjang pertanian. Ini juga telah kami salurkan ke petani,” jelasnya.

Nunung merinci, bantuan benih padi daeri kementerian ini disalurkan ke 6 kecamatan.

Yakni Kecamatan Jatigede, Tomo, Darmaraja, Ujungjaya, Wado, dan Surian.

“Bantuan benin padi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2020. Tapi, baru akan diketahui hasil produksinya itu pada tahun 2021 ini,” ucapnya.

Penulis/Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles