24.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Tanda Kerusakan pada Mobil Matik Ini Wajib Anda Ketahui

TRANSMISI otomatis mobil matik. net/ruber.id

Tanda Kerusakan pada Mobil Matik Ini Wajib Anda Ketahui

ruber.id — Bagi Anda yang memiliki mobil matik, pastinya sangat terbantu dengan transmisi otomatisnya, sehingga tidak ribet memindahkan kopling saat macet atau menanjak.

Meski begitu, mobil matik memiliki kelebihan dan kelemahan. Anda pun harus tahu tanda atau gejala mobil matik ketika mulai mengalami kerusakan. Karena, jika sudah parah, biaya servisnya lumayan mahal.

Untuk mengetahui apa saja gejala mobil matik Anda bermasalah atau tidak, berikut akan dijelaskan secara umum ciri-cirinya berdasarkan informasi yang berhasil ruber.id rangkum.

Yang pertama, Anda perlu memeriksakan kendaraan jika mendengar suara aneh atau tidak biasa saat memindahkan transmisi.

Misalnya, ketika perpindahan transmisi dari N ke D, atau bisa juga dari P ke R, muncul suara “krek” atau “trek” atau suara aneh lain yang tidak biasanya terdengar.

BACA JUGA:  DFSK Super Cab, Hadir untuk Penuhi Kebutuhan Komersial Masyarakat Indonesia
BACA JUGA:  Kenali Tanda Kampas Kopling Mobil Manual Mulai Habis

BACA JUGA: Inilah Penyebab Kipas Radiator Mati yang Bikin Mobil Overheat

Apabila mobil Anda mengalami hal tersebut bisa jadi tanda-tanda kerusakan pada sistem transmisi otomatis.

Selanjutnya, Anda merasa tarikan terasa berat atau kadang-kadang tersendat. Kadang, mesin juga bergetar atau menghentak sedikit ketika pedal gas diinjak dan pedal rem dilepas sedikit demi sedikit.

Jika mengalami seperti itu kemungkinan kerusakan ada 2, pada transmisi matik berjenis elektrik kemungkinan kerusakan pada solenoid pressure atau TCM speed sensor.

Umumnya, jika gejala yang kedua dialami jenis transmisi otomatis konvensional, penyebabnya bisa dari oli mesin yang bocor atau sudah lama tidak diganti dan kotor, sehingga tekanan tidak mampu mengangkat perpindahan gigi pada putaran mesin tertentu.

BACA JUGA:  Ini Perbedaan Jenis Mobil CKD dan CBU

Gejala lain yakni mobil bergetar saat dikendarai. Jadi, ketika berkendara, terasa ada getaran yang tidak biasa dari mesin, kemungkinan besar kampas kopling sudah aus atau kemungkinan terburuk malah sudah gosong.

BACA JUGA:  Cara Merawat CVT Motor Matic

Tanda lainnya yakni perpindahan transmisi kadang tersendat. Apabila terjadi seperti itu kemungkinan gangguan pada mekanikal transmisi. Jika didiamkan hal tersebut bisa semakin parah dan gigi transmisi bisa terkunci, itu sangat berbahaya, dan umumnya terjadi pada mode transmisi mundur (R).

Anda bisa melakukan pengecekan pada kabel gearbox apakah mengelupas atau tidak.

Anda juga perlu waspada jika ada hentakan saat perpindahan gigi otomatis. Untuk mobil matik keluaran terbaru, umumnya perpindahan gigi terasa halus walaupun terasa sedikit masih dapat dikategorikan normal.

BACA JUGA:  DFSK Glory 560 Idola Baru Warga Bandung

Namun, jika sudah terasa sekali hentakannya seperti ada yang menabrak dari belakang, bisa jadi kerusakan awal pada sistem elektronik atau mekanisnya seperti kebocoran pada selenoid pressure sehingga oli tidak dapat melumasi sempurna ketika gigi berpindah pada putaran mesin tertentu.

Selain itu, jika Anda merasa konsumsi bahan bakar menjadi boros, hal ini dikarenakan torsi mesin mobil tidak dapat disalurkan secara maksimal ke roda, sehingga perlu putaran mesin lebih.

BACA JUGA:  DFSK Super Cab, Hadir untuk Penuhi Kebutuhan Komersial Masyarakat Indonesia

Nah, apakah mobil matik Anda mengalami gejala tersebut? Jika iya, jangan tunggu semakin parah, bawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel terdekat. red

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles