Wednesday, 8 Jul 2020

Tanam Paprika di Lereng Gunung Merapi, Upaya Pizza Hut Indonesia Tingkatkan Ekonomi Petani Boyolali

Baca Juga

Siaga Corona, Polres Sumedang Sisir Minimarket dan Apotek hingga ke Pelosok

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Siaga virus corona, jajaran Polres Sumedang, Jawa Barat sisir apotek hingga wilayah pelosok. Seperti dilakukan...

Raperda Penginapan Pemda Hasil Evaluasi Gubernur Dibahas DPRD Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pangandaran telah membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat. Wakil Ketua Bapemperda...

Impian Warga Garut Miliki Stadion Sepak Bola Berkelas Segera Terwujud

GARUT, ruber – Impian masyarakat di Kabupaten Garut memiliki stadion sepak bola bertaraf nasional sepertinya akan segera terealisasi. Pemkab Garut sudah menyiapkan lahan di...

Kenali Jenis Batuk Anda Sebelum Memutuskan Membeli Obat

Kenali Jenis Batuk Anda Sebelum Memutuskan Membeli Obat ruber.id -- Jika Anda saat ini sedang terserang batuk, jangan terburu-buru membeli obat di apotek atau warung. Perlu...

JAWA TENGAH, ruber.id – Pizza Hut Indonesia meluncurkan program pengembangan pertanian paprika beserta komoditi sayuran lainnya di lereng Gunung Merapi/Merbabu, di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Upaya ini dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan petani.

Pengembangan tanaman jenis paprika ini bekerjasama dengan PT Tirta Investama dan PT Sarimelati Kencana Tbk.

Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, metode pertanian yang dikembangkan menerapkan prinsip pertanian ramah lingkungan.

Di mana, penggunaan pestisida sangat dibatasi serta mengusung konsep konservasi air.

Jadi, selain penggunaan air yang sesuai keperluan juga dilengkapi dengan fasilitas penampung air hujan untuk dimanfaatkan kembali.

“Upaya peresapan air ke dalam tanah dilakukan dengan pembuatan sumur resapan,” katanya, di Desa Sukabumi, Selasa (14/1/2019) siang.

Menurutnya, upaya pengembangan pertanian paprika di lereng Gunung Merapi/Merbabu ini sebagai upaya membantu meningkatkan taraf hidup petani.

Caranya, dengan mempertemukan permintaan atau konsumen paprika yang berkualitas.

Pada dasarnya, kata Karyanto, petani sebagai pembudidaya secara langsung.

Sehingga, petani mendapatkan jaminan beli atas paprika yang dihasilkan dengan harga yang stabil dan baik.

Selain paprika, terdapat 3 jenis sayuran lain yaitu buncis, tomat, dan lettuce yang dikembangkan.

Melalui konsep ecofarming pada 15 green house yang dikelola oleh 15 anggota kelompok petani.

Karyanto mengatakan, pertanian ini sengaja dikembangkan di wilayah tangkapan air, seperti di Boyolali.

Dalam hal ini, kata Karyanto, Danone Indonesia berperan dalam pembinaan petani dan juga penyediaan fasilitas input dan pendistribusian.

“Kalau Pizza Hut sendiri menyediakan green house dan juga tenaga ahli sebagai pembimbing langsung petani di lapangan,” sebutnya.

Head of CSR Pizza Hut Indonesia Ulie Latuputty menyatakan, kolaborasi ini tercipta atas dasar adanya kebutuhan bersama.

Selain membantu meningkatkan taraf hidup petani lokal nonmandiri, pihaknya juga membutuhkan komoditi sayuran yang berkualitas.

Di mana, proses penanamannya harus sesuai dengan standard good agriculture practices (GAP) dan good handling practices (GHP) yang diterapkan.

Sehingga, selain menjamin kualitas sayuran yang diproduksi, juga mampu menelusuri sumber sayuran yang dibeli untuk digunakan pada produknya.

Melihat potensi yang baik ini, dengan dukungan penuh dari kepala Desa Sukabumi, Kelompok Tani Sri Lestari berencana memperluas wilayah yang dikembangkan.

Nantinya, akan melibatkan petani lain yang ada di sekitarnya. Sehingga selain dijual ke Pizza Hut, produk sayuran yang dihasilkan juga mampu disuplai ke area lain yang membutuhkan.

Kepala Desa Sukabumi Sumarno menyebutkan, masyarakat desanya sebagian besar adalah petani.

Melihat paprika sebagai peluang yang menjanjikan, selain harga jualnya yang cukup mahal, pemeliharaannya juga tidak begitu sulit.

Apalagi, dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh LPTP (lembaga pengembangan teknologi perdesaan).

Pizza Hut dan tenaga ahli pertaniannya pun secara rutin melakukan bimbingan pertanian dalam proses panen dan budidayanya.

“Sehingga tentunya, petani kami merasa sangat terbantu,” ucap Sumarno.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto mendukung penuh adanya pengembangan tanaman paprika tersebut.

Ia berharap, Desa Sukabumi menjadi pioner dalam praktek pertanian yang ramah lingkungan terutama dengan adanya pengembangan paprika dan beberapa sayuran lainnya di wilayah ini. (R008/Jolar)

Baca berita lainnya: Buang Bayi di Boyolali Pagi, Pelaku Ditangkap Polisi di Solo Sore Hari

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Vivo Rilis Flagship Teranyar, Peminat X50 dan X50 Pro Cukup Bayar DP Rp500.000

GADGET & TEKNO, ruber.id - Vivo segera meluncurkan ponsel flagship perdananya di Indonesia, yaitu Vivo X50 series. Smartphone flagship seri X dari Vivo...

Ribuan Warga Sumedang Sudah Dites Swab dan Rapid, 2 Pasien Positif Corona Masih Dirawat Intensif

SUMEDANG, ruber.id - Hingga Selasa (7/7/2020), pasien positif corona asal Kecamatan Darmaraja dan Tomo masih dirawat intensif di RSUD Sumedang, Jawa Barat.

Polres Tasikmalaya Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, Dua di Antaranya Kakak Beradik

TASIKMALAYA, ruber.id - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tasikmalaya berhasil menggagalkan dan menangkap kawanan pelaku curanmor.

Selasa Siang, Pangandaran Juga Diguncang Gempa

PANGANDARAN, ruber.id - Setelah gempa bumi 6.1 Magnitudo menerjang wilayah Jepara, Jawa Tengah, gempa juga terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa...

Gempa 6.1 Magnitudo Guncang Jepara, Netizen: Kebumen Kerasa Banget

KEBUMEN, ruber.id - Gempa berkekuatan 6.1 Magnitudo mengguncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2020) pagi. Gempa terjadi jam 05:54:44...