Sabtu, 26 Sep 2020

Tak Hanya Mengaji, Santri di Kebumen Diajak Lestarikan Seni Tradisi Jamjaneng

Baca Juga

Cerita Tiga Nelayan Pangandaran Lolos dari Maut Setelah 3 Hari Terombang Ambing di Laut Lepas

PANGANDARAN, ruber.id - Peristiwa tiga nelayan Pangandaran lolos dari maut setelah lebih dari 48 jam terombang-ambing di tengah lautan, menyisakan cerita...

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pangandaran Capai 17.822 Ton

PANGANDARAN, ruber -- Alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 ini mencapai 17.822 ton. BACA JUGA: Petani Pangandaran Keluhkan Program...

Kocak! Niat Lakukan Aksi Cabul, Eh Ternyata Korbannya Seorang Pria

ruber -- Seorang ABG bernama Lisa, jadi korban percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku bernama Agus. Percobaan pencabulan ini terjadi di Desa Rante Limbong, Kecamatan...

Kodam Siliwangi Peduli Tenaga Medis COVID-19, Salurkan Bantuan Paket Nutrisi di RSUD Sumedang

SUMEDANG, ruber.id - Kodam lll/Siliwangi menyerahkan bantuan berupa telur 1000 butir dan ayam beku 50 ekor untuk tenaga medis di Sumedang.

KEBUMEN, ruber.id – Santri Pondok Pesantren Alhasani di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah tak hanya pandai mengaji.

Mereka juga tetap melestarikan kesenian Jamjaneng atau janengan.

Bahkan, para santri yang tergabung dalam Padepokan Santri Fajim Kompleks Pondok ini terlihat fasih saat unjuk kebolehan.

Saat itu, para santri bersama-sama turut melantunkan salawat dengan iringan musik Grup Jamjaneng Al Hidayah dari desa setempat.

Ketua Santri Fajim Kebumen Gus Asyhari Muhammad Alhasani mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.

Sekaligus nguri-nguri budaya di tengah arus modernisasi yang kian menjadi-jadi.

“Kami ingin mempertahankan budaya lokal asli Kebumen agar tidak punah ditelan zaman,” ujar pengasuh Ponpes Alhasani ini.

Gus Asyhari (sapaan akrabnya) menambahkan, Jamjaneng adalah jenis seni Islam yang menggunakan iringan kendang, gong, kempul (ukel).

Kemudian kemeng, thuling (kenthung) dengan nyanyian lagu religi yang bernafaskan Islam.

Konon, Jamjaneng ini hanya ada di kabupaten berslogan Beriman atau Kebumen ini.

“Jamjaneng merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga dan pelihara. Tidak hanya seni, bahkan banyak makna di dalamnya,” jelasnya.

Salah seorang santri Fajim, Puji Tato, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.

Puji berharap, acara semacam ini menambah wawasan bagi generasi muda.

Sehingga tidak mudah terjerumus pada pergaulan bebas dan budaya luar yang sering berdampak tidak baik.

“Ini baru pertama kalinya saya belajar Jamjaneng. Ternyata, banyak pesan-pesan religius yang disampaikan melalui lantunan salawat.”

“Semoga ini bisa menambah wawasan kami akan pentingnya mengenal budaya yang seharusnya dipertahankan,” ujar Puji. (R022/Kebumen)

Baca berita lainnya: Polres Kebumen Ungkap Motif di Balik Anak Bunuh Ibu Kandung

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Warga Darmaraja Meninggal Positif COVID-19, Total Kasus Kematian di Sumedang Jadi 5 Orang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Warga asal Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dipastikan positif COVID-19.

Jeruk Lemon Sumedang Bisa Dikembangkan Layaknya Agrowisata Malang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Jeruk Lemon yang ditanam di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dapat dikembangkan menjadi agrowisata layaknya di Malang,...

Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Bagi muda-mudi di Kabupaten Sumedang yang ingin menjadi calon prajurit TNI, mulai dari calon Tamtama (Catam), Caba (Calon...

Febri Diansyah Pamit dari KPK

BERITA NASIONAL, ruber.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah pamit dari lembaga rasuah tersebut.

Warga Purbaratu Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kamaludin, 40, warga Kampung Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di Sungai Citanduy, Jumat...