20.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Tahun Ini, Unpad Berlakukan Mekanisme SMUP Baru

BANDUNG, ruber — Seperti tahun sebelumnya, tahun 2019 ini Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri, melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).

BACA JUGA: Unpad Gak Masuk? Ini 5 PTN yang Masuk Daftar Universitas Terbaik di Negara Berkembang

Walaupun seleksi ini menggunakan hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK), tetapi pendaftar wajib mengikuti seleksi tambahan, dengan materi yang telah ditentukan masing-masing program studi (prodi).

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan, pada tahun 2018 SMUP diberlakukan bagi seluruh prodi D4 atau S1 terapan, S2, S3, spesialis dan keprofesian. Sedangkan tahun 2019, SMUP akan dibuka bagi jenjang S1 akademik.

“Hanya memang, tidak semua prodi. Secara detailnya, nanti bisa dicek di website pada proses pendaftaran,” ucap Tri, Selasa (22/1/2019).

Menurut Tri, keputusan penyelenggaraan jalur SMUP ini melalui pertimbangan perbaikan sistem tes Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Diharapkan, melalui sistem baru ini perguruan tinggi bisa mendapat mahasiswa yang betul-betul sesuai dengan minat maupun kemampuannya.

“Kalau dulu, bisa saja mahasiswa kedokteran lolos seleksi, padahal nilai tes biologinya nol. Hal itu karena nilai totalnya tinggi,” terang dia.

Selain itu, adanya pembobotan nilai UTB, kata Tri, menjadikan proses seleksi SBMPTN lebih baik, sehingga bisa dijadikan dasar penilaian untuk jalur SMUP.

Seleksi tambahan pada jalur SMUP bisa berupa TOEFL dan wawancara. Sedangkan pada prodi tertentu dilengkapi dengan tes lainnya sesuai kebutuhan prodi masing-masing.

Misalnya, pada Prodi Kedokteran, Kedokteran Hewan dan Kedokteran Gigi, calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), sementara peserta seleksi Prodi Perikanan dan Ilmu kelautan wajib mengikuti tes kemampuan renang.

“Tes tambahan semacam ini memang sulit diterapkan pada jalur SBMPTN. Cara yang bisa dilakukan baru melalui unggahan portofolio saja, karena jumlah pendaftar SBMPTN sangat banyak, dan pengumumannya hanya satu tahap,” ungkap Tri.

Pada jalur SMUP, menurut Tri, bisa dibuat rancangan dua tahap tes, sehingga hanya peserta yang lolos tahap pertama saja yang bisa mengikuti tes tambahan.

Mengenai uang kuliah, lebih lanjut Tri menjelaskan bahwa mahasiswa dari jalur SMUP dibebankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang besarannya sama dengan mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN. Hanya, terdapat nilai UKT tertinggi dan Dana Pengembangan (DP).

“Besaran DP tidak sama, sesuai kebijakan prodi masing-masing, yang berkisar Rp20 – 130 juta bagi Prodi Sains dan Teknologi. Untuk Prodi Sosial Humaniora berkisar di angka Rp15 – 75 juta,” katanya.

Beberapa prodi juga berencana membuka kelas internasional untuk strata satu (Internasional Undergraduate Program) melalui SMUP, yakni Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam, Ilmu Hukum, dan Ilmu Farmasi.

Dalam proses perkuliahan, kelas internasional ini menggunakan bahasa Inggris.

“Jalur ini memberi peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk membuka jalur global. Selain itu, juga untuk menempatkan mahasiswa dari luar negeri,” tuturnya.

Tahun 2019, penerimaan mahasiswa baru dari jalur SNMPTN sebanyak 25%, dari SBMPTN 50%, sedangkan dari jalur SMUP dialokasikan sebanyak 25%. Sementara jalur SNMPTN dibuka bagi seluruh prodi, kecuali prodi baru. red

loading…


BACA JUGA:  Kejari Depok Fokus Berbenah, Ini Sasarannya

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles