Survei LSI Denny JA, Jeje-Ujang Endin Unggul di Pilkada Pangandaran 2020

  • Bagikan
Img
PASANGAN calon bupati dan wakil bupati Pangandaran Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan. doc/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id – Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (Cikom-LSI) Network Denny JA merilis hasil survei elektabilitas bakal calon Bupati Pangandaran.

Berdasarkan hasil survei lembaga ini, tingkat keterpilihan tertinggi di Pilkada Pangandaran 2020 masih dipegang kandidat incumbent dari PDI Perjuangan Jeje Wiradinata.

Direktur Eksekutif Cikom-LSI Network Denny JA Toto Izul Fatah mengatakan, nama Jeje Wiradinata masih cukup perkasa untuk terpilih kembali menjadi kepala daerah di Pangandaran.

“Jeje memiliki elektabilitas yang jauh meninggalkan kandidat lain, baik dalam simulasi perorangan maupun pasangan,” kata Toto dalam rilis yang diterima ruber.id, Sabtu (18/7/2020) malam.

Dalam simulasi perorangan, kata Toto, Jeje unggul jauh dengan 73% meninggalkan Adang Hadari dengan 23%, begitu juga dalam simulasi berpasangan.

“Jeje-Ujang Endin unggul telak 67.7% melawan Adang Hadari-Supratman dengan 26.8%, simulasi ini menyisakan swing voter 5.5%,” ujarnya.

Diketahui, pada Pilkada Pangandaran 2020 hampir bisa dipastikan bakal terjadi head to head atau dua pasangan calon, antara pasangan kandidat incumbent.

Yakni, Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan melawan Adang Hadari dan Supratman. Adang sendiri merupakan wakil bupati (saat ini) yang kemudian pecah kongsi menjadi lawan Jeje.

“Melihat posisi elektabilitas Jeje-Ujang Endin saat ini, tidak mudah buat Adang- Supratman untuk memenangkan pertarungan,” tuturnya.

Terutama, dalam konteks banyaknya variabel yang ditemukan dalam survei tentang sejumlah keunggulan Jeje dan pasangannya.

Variabel tersebut, kata Toto, biasanya sering dijadikan indikator kuat atau lemahnya seorang kandidat incumbent untuk terpilih kembali.

Pertama, sebagai petahana Jeje memiliki tingkat kepuasan publik atas kinerjanya yang cukup tinggi, yaitu 69.3% cukup puas dan 15.7% sangat puas.

Maka, jika digabungkan tembus di angka 85% publik mengaku puas. Angka kepuasan publik yang tinggi ini biasanya menggambarkan calon petahana yang berpotensi melenggang untuk terpilih kembali.

Variabel Kedua, Jeje mempunyai bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang sangat tinggi, yaitu 99.3% (pengenalan) dan 92.7% (kesukaan).

Variabel ketiga, Jeje sudah mengantongi jumlah pemilih militan atau strong supporter yang juga tinggi, yaitu 35.4%, sedangkan Adang Hadari baru 21.1%.

“Angka strong supporter ini juga sering kali jadi indikator tingginya potensi keterpilihan seorang calon,” ucapnya.

Dari pengalaman LSI melakukan ratusan kali survei, kata Toto, calon yang punya pemilih militan diatas 30% selalu memenangkan pertarungan.

Survei juga memotret penilaian publik atas kinerja Jeje dalam menangani wabah pandemi COVID-19. Ada sekitar 81.8% publik di Pangandaran menilai Jeje cukup baik 61.6% dan sangat baik 22%.

“Tentu ini menjadi bekal tambahan buat Jeje untuk terpilih kembali. Selain itu, menggambarkan tingkat kepuasan dan kesukaan serta respon positif publik kepada kepemimpinan Jeje,” terangnya.

Toto menambahkan, terkait dengan wakil, sejauh yang terpotret dari survei memang belum ada sosok yang memberi andil suara tambahan cukup besar kepada kedua kandidat, Jeje dan Adang.

“Supratman maupun Ujang Endin masih harus kerja keras, agar keberadaannya sebagai wakil bisa memberi sumbangan elektabilitas kepada pasangannya,” tambahnya.

Toto menyebutkan, temuan data seperti itu biasanya menjadi good news buat calon yang berkapital besar dan bad news buat yang beramunisi pas-pasan.

“Survei dilakukan pada tanggal 5-10 Juli 2020, menggunakan metode standar, yakni multistage random sampling, wawancara tatap muka dengan jumlah responden 440, dengan margin of error 4.8%,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

  • Bagikan