22.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 26, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Sumedang Jadi Kabupaten Sehat

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Dari 155 daerah yang mengikuti verifikasi awal kabupaten/kota Sehat tingkat Nasional tahun 2021, Kabupaten Sumedang menjadi salah satu yang lolos ke tahapan verifikasi lapangan.

Kegiatan verifikasi lapangan ini secara virtual oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengikuti verifikasi lapangan secara virtual ini di ruang kerjanya.

Tim Pembina dan Tim Teknis Kabupaten Sehat juga mengikutinya di Bappppeda Kabupaten Sumedang, Senin (11/10/2021).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan R Vensya Sitohang mengatakan, mengawali tahapan verifikasi Kabupaten Sehat ini yaitu prasyarat buang air besar sembarangan atau ODF.

“Yang telah memenuhi prasyarat ODF tersebut sebanyak 130 dari 155 kabupaten/kota yang mengusulkan dan mengirimkan dokumen untuk proses verifikasi.”

“Kabupaten Sumedang menjadi salah satu yang lolos verifikasi ini,” jelas Vensya.

Vensya menyatakan, tahap selanjutnya yaitu verifikasi bedah dokumen Kabupaten Kota Sehat (KKS).

Sebelumnya, telah mengikuti pembekalan terlebih dahulu kepada semua verifikator dari lintas program.

BACA JUGA:  Launching Model Kelurahan Kebangsaan, Bupati Sumedang Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI

“Pembekalan ini untuk menyatukan persepsi dalam memahami instrumen dalam verifikasi dokumen KKS.”

“Termasuk, dalam memverifikasi dokumen pencegahan pengendalian Covid-19,” tuturnya.

Vensya menjelaskan, bedah dokumen penting ini untuk mengetahui pelaksanaan KKS di wilayah masing-masing.

Sehingga, kata Vensya, menjadi instrumen dalam penetapan layak atau tidaknya meraih status KKS.

“Setelah melakukan verifikasi bedah dokumen, lalu verifikasi lapangan KKS secara tatap muka oleh tim beberapa waktu lalu, dan secara virtual hari ini,” ujar Vensya.

Komitmen Pemkab Sumedang Jadi Kabupaten Sehat

Sementara, Bupati Dony menyebutkan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan Indonesia Sehat. Pemkab Sumedang terus melakukan pengembangan tatanan Kabupaten Sehat yang paripurna.

“Untuk mengakselerasi program Kabupaten Sehat, Pemkab Sumedang membentuk Tim Pembina dan Tim Teknis Kabupaten Sumedang Sehat serta Paguyuban Sumedang Sehat.”

“Sedangkan di tingkat kecamatan dan desa ada Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat,” ucap Dony.

BACA JUGA:  Rasa Empati Membuat Sergi Rintis Katering Makanan Sehat

Dony menjelaskan, pada masa Pandemi Covid-19 ini akselerasi penyelenggaraan Kabupaten Sehat melalui kolaborasi dan inovasi.

Sehingga, sambung Dony, dapat berjalan optimal.

“Adapun inovasi tatanan kawasan permukiman sarana dan prasarana sehat antara lain Pasar Pusat Pengadaan Peralatan Sanitasi (Pantasi) Mart Online.”

“Kemudian, Unit Reaksi Cepat Penanganan Sampah, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah (SIPS) dan Unit Reaksi Cepat Tambal Lobang Jalan,” jelasnya.

Dony menjelaskan, program dan aplikasi lain turut mendukung penyelenggaraan Kabupaten Sehat.

Yaitu, Aplikasi Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati).

Aplikasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Desa (Sakip Desa), PSC Simpatik 119.

Program Ngabiayaan Masyarakat Teu Mampuh (Ngasuh).

Kemudian, Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival (Sijari Emas), dan Posyandu Remaja.

“Kami juga memiliki SSQR atau Sumedang Simpati Quick Response.”

“Aplikasi Sitabah atau Sistem Informasi Tanggap Bencana dan Musibah.”

BACA JUGA:  Tempat Daur Ulang Plastik di Tanjungsari Sumedang Terbakar

“KUBE Kelompok Usaha Bersama Digital, Program Rantang Simpati.”

“Program Jatinangor atau Jaksa Peduli Anak Jangan Tinggalkan Nasib Anak dan Korban.”

“Lalu ada Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Rumah Besar Simpati.”

“Dan juga, P2TP2A Plus untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ucap Bupati.

Dony menambahkan, dalam penanganan dan pengendalian Covid-19, Pemkab Sumedang juga memiliki Aplikasi Mauneh (Mari Update Data Bansos agar Tidak Nyeleneh).

Aplikasi Maijah (Mari Jaga dan Cegah Covid 19), aplikasi Markonah (Mari Bekerja Cara Online Dari Rumah).

Selanjutnya, alikasi Amari (Mawas Diri dari Covid 19) dan WA Kepo (Whatsapp Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online).

“Masih banyak program Kabupaten Sehat yang masih kami kembangkan, perbaiki dan sempurnakan untuk mendapatkan hasil yang optimal.”

“Tapi kami yakin, dengan inovasi dan kolaborasi, program Sumedang Sehat untuk Indonesia Sehat dapat terwujud,” jelasnya.

Penulis/Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles