Monday, 25 May 2020

Sukses Kembangkan Bibit Padi IF8, Eh Kades Ini Malah Dijebloskan ke Sel    

Baca Juga

Khawatir Geng Motor, Polsek Tanjungkerta Sumedang Tertibkan Knalpot Bising

SUMEDANG, ruber - Polsek Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang barusaja melakukan penertiban terhadap sejumlah kendaraan bermotor, Rabu (24/7/2019). Target dari penertiban yang dilaksanakan di depan Mako Polsek...

Hindari Calo, Protokol Lapak Asik BPJamsostek Permudah Klaim JHT

SUMEDANG, ruber.id - Sejak diaktifkan pada pertengahan Maret 2020 lalu, imbas merebaknya corona virus atau COVID-19, Protokol Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak...

Langgar Kode Etik, DKPP Copot Jabatan Dua Komisioner KPU RI

ruber -- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberhentikan dua komisionernya dari jabatan sebagai ketua divisi. Dua komisioner tersebut...

Basarnas Imbau Warga Waspada Mendaki Gunung di Musim Hujan

SUMEDANG, ruber -- Ditemukannya tiga jasad pendaki remaja asal Kabupaten Indramayu, membuat warga harus lebih waspada. BACA JUGA: Tiga Pendaki Gunung Tampomas Tewas, Ini Penjelasan...

TEUNGKU Munirwan. foto: serambinews

ACEH UTARA, ruber — Pengembang benih padi unggul IF8 Tengku Munirwan, yang juga menjabat Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, ditahan Polda Aceh.

Munirwan harus berurusan dengan pihak berwajib, lantaran dilaporkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Pasalnya, Munirwan menyebarkan bibit padi unggul IF8 hasil inovasinya pada komunitas petani di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Sedangkan bibit padi itu belum bersertifikasi.

Pendamping hukum Munirwan, Direktur Kualisi NGO HAM Zulfikar menyebutkan, Munirwan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dirkrimsus Polda Aceh sejak Selasa (23/7/2019).

“Dijerat dengan Undang-undang No 12 Tahun 1992 juncto ayat 2 tentang sistem budidaya tanaman,” ujarnya, , sebagaimana dilansir dari kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Munirwan ditahan Polda Aceh setelah ada laporan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, berkenaan dengan penjualan bibit padi unggul IF8 hasil pengembangan kelompok tani desa.

Bibit yang belum melewati proses sertifikasi itu dijual pada komunitas tani lain di Aceh Utara.

“Penangkapan Munirwan itu karena ada laporan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ke Polda, terkait penyaluran benih tanpa lebel,” terang Zulfikar.

“Padahal, benih unggul itu hasil inovasi kelompok tani,” sebutnya.

Sekretaris Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Aceh Al Fadhir menyayangkan penahanan Munirwan.

“Awalnya, sebenarnya bibit padi IF8 itu merupakan bantuan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh non-aktif pada tahun 2017 lalu,” kata Al Fadhir.

Menurut Al Fadhir, inovasi benih padi IF8 itu merupakan program ketahanan pangan Pemerintah Aceh (Aceh Traue).

Selain itu, aktivitas Munirwan sejalan dengan program pemerintah pusat  yang diatur dalam Undang-undang Desa nomor 6 Tahun 2014, Pasal 1 dan Permendes nomor 4 tahun  2015.

Bahkan, Munirwan pernah meraih penghargaan peringkat dua nasional, lantaran dianggap sukses mengembangkan benih padi IF8 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada 2018.

“Setelah ada bursa inovasi itu, seluruh desa di Aceh Utara mulai mengikuti menggunakan bibit padi IF8 itu, karena hasil panen jadi meningkat,” jelas Fadhir.

Seharusnya, lanjut Fadhir, dalam kasus ini pemerintah hadir untuk mendukung keberhasilan program inovasi desa yang telah diikuti komunitas tani dari 23 Kecamatan di Aceh Utara ini.

Bahkan, desa-desa itu telah mengalokasikan anggaran untuk menjalankan program inovasi benih IF8, mengikuti jejak Munirwan.

“Seharusnya pemerintah mengadakan perdampingan pada petani untuk proses sertifikasi, bukan malah melapor ke polisi. Dampaknya sekarang, seluruh kepala desa di Aceh mulai takut melakukan inovasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Hanan mendatangi Ditkrimsus Polda Aceh Kamis (25/7/2019). Dia mengaku ingin mengklarifikasi kabar terkait penahanan Tkg Munirwan.

Hanan membantah pihaknya telah melaporkan Munirwan ke polisi.

“Bukan, bukan saya yang lapor. Ini juga bukan soal lapor, tapi saya mendukung Tengku Munirwan untuk ditangguhkan penahanannya,” ujarnya. red

 

 

SUMBER: kompas.com

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).

Update Corona Kota Banjar: Sudah 2 Pekan Tak Ada Tambahan Kasus Positif

BANJAR, ruber.id - Kabar baik, sudah dua pekan tidak ada tambahan kasus positif corona baru di Kota Banjar, Jawa Barat.