Sudah Tak Main Sinetron, Sahrul Gunawan Fokus Belajar Ilmu Pemerintahan

  • Bagikan
Sudah Tak Main Sinetron, Sahrul Gunawan Fokus Belajar Ilmu Pemerintahan
Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan bersama Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir. Humas Pemkab/ruber.id

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Di era 1990-an terkenal sebagai model dan pemain sinetron papan atas Indonesia. Kini, setelah menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan mengaku lebih memperbanyak belajar ilmu pemerintahan.

Karena ini pula, Sahrul melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Selasa (7/12/2021).

Adapun yang ingin Sahrul Gunawan pelajari di Sumedang yakni terkait informasi seputar penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemeintah Desa (Sakip Desa).

Sakip Desa sendiri menjadi salah satu inovasi unggulan yang Pemkab Sumedang miliki.

Sahrul mengatakan bahwa jika Sakip Desa Kabupaten Sumedang telah menuai berbagai penghargaan secara nasional.

Hal ini tidak terlepas dari keunggulan Sakip Desa sendiri di mana, semua terintegrasi hanya dengan satu aplikasi yakni e-Sakip Desa.

“Kami ingin melihat lebih dekat seperti apa Sakip Desa di Kabupaten Sumedang.”

“Bagi kami, ini cukup menarik sehingga nantinya informasi yang ada di desa bisa ter-update dan bisa ada tindaklanjutnya,” ucap Sahrul.

Sahrul menilai jika keberadaan Command Center di Kabupaten Sumedang akan menjadikan segalanya terintegrasi dengan berbagai inovasi di dalamnya.

“Kami sangat tertarik untuk belajar ke Kabupaten Sumedang. Sehingga nantinya, akan kami implementasikan di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Sahrul mengapresiasi langkah demi langkah yang jajaran Pemkab Sumedang lakukan.

Khususnya, saat menghadapi Pandemi Covid-19 dengan melakukan berbagai terobosan.

“Pandemi menghasilkan berbagai inovasi sehingga menjadi hikmah bagi Kabupaten Sumedang.”

“Di Kabupaten Bandung masih banyak yang perlu kami perbaiki. Untuk itu, mohon untuk berbagi,” katanya.

Sakip Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sementara, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyampaikan, inovasi Sakip Desa hadir bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

Menurunkan angka stunting dan meningkatkan indeks kepuasan masyarakat.

“Selain Sakip Desa, ada juga inovasi e-Office yang berfungsi. Untuk mempercepat dan mempermudah kelancaran menjalankan roda organisasi pemerintahan. Dengan berbagai fitur di dalamnya terkait kinerja pegawai,” tuturnya.

Semua inovasi ini, kata Dony, bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pelayanan publik yang lebih cepat, hemat, terarah, dan terukur.

“Karena dengan pemanfaatan IT ini akan mempercepat dan mempermudah untuk mengoordinasikan target kinerja. Terutama, dengan memberikan pelayanan dan menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Penulis/Editor: R003

  • Bagikan