Friday, 3 Apr 2020

Soal Suap APBD 2017, Mantan Anggota DPRD Banjar Siap Buka-bukaan di Hadapan Penyidik KPK

Baca Juga

Pengen Buah Nggak Gampang Busuk? Perhatikan Cara Menyimpannya Ini

Pengen Buah Nggak Gampang Busuk? Perhatikan Cara Menyimpannya Ini ruber.id -- Anda pernah membeli buah-buahan lalu dalam beberapa hari ada yang busuk? Atau, mungkin Anda...

Polres Ciamis Ringkus 6 Komplotan Curanmor Lintas Daerah

CIAMIS, ruber.id -- Jajaran Satreskrim Polres Ciamis sukses meringkus enam pelaku komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Ciamis, Kota...

Bupati Pangandaran Tandai Mulainya Pembangunan Gedung Sekretariat PCNU

PANGANDARAN, ruber -- Pembangunan Gedung Sekretariat PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pangandaran dimulai. Bupati Pangandaran mengawali pembangunannya dengan melakukan peletakan batu pertama secara simbolis,...

Gempa 4.8 Magnitudo, Warga Tasikmalaya Panik

TASIKMALAYA, ruber -- Warga di Kabupaten Tasikmalaya dibuat panik dengan getaran gempa yang dirasakan, Senin (7/1/2019) malam sekitar jam 22.00 WIB. Menurut informasi yang diterima...

MANTAN Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan Sukiman (Baju Merah) di depan Gedung KPK

Soal Suap APBD 2017, Mantan Anggota DPRD Banjar Siap Buka-bukaan di Hadapan Penyidik KPK

KOTA BANJAR, ruber.id — Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB) kembali memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini KPK memanggil salah satu saksi yang merupakan penerima suap APBD Kota Banjar tahun anggaran 2017 sebesar Rp80 juta.

Saksi pun mengaku siap buka-bukaan soal uang suap APBD tahun 2017 tersebut.

Saksi yang dipanggil penyidik KPK kali ini merupakan mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan Sukiman.

Pemanggilan untuk saksi yang notabene merupakan politisi senior ini dijadwalkan pada Rabu (8/1/2020).

Sukiman mengaku, dirinya memenuhi panggilan KPK sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.

“Ya, saya hari ini memenuhi panggilan KPK,” katanya kepada ruber.id, Rabu (8/1/2020).

Sukiman menuturkan, dirinya menerima uang tersebut pada bulan April setelah penetapan APBD 2017.

Tak hanya dirinya, uang itu juga untuk dibagikan kepada dua anggota DPRD lainnya di Fraksi PDI Perjuangan.

“Jadi uang yang saya terima itu untuk tiga anggota termasuk saya, masing- masing Rp80 juta,” tuturnya.

Sukiman menyebutkan, uang tersebut diterima dirinya dari Ketua DPRD Kota Banjar saat ini.

Sebelum menerima uang, kata Sukiman, dirinya mendapat kabar melalui sambungan telepon terkait uang suap tersebut dari ketua partainya yang saat itu Wakil Ketua DPRD Kota Banjar.

“Ketua dewan yang memberi saya uang,” sebutnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Banjar tidak memberikan jawaban terkait uang suap sebesar Rp80 juta yang diberikan ke mantan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sementara, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar mengaku tidak mengetahui soal uang sebesar Rp80 juta yang diterima Sukiman dari ketua dewan.

“Teu terang abdi mah kang,” katanya. agus¬†purwadi

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.