21.4 C
Indonesia
Jumat, Oktober 22, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Soal PPKM, Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Dukung Pemerintah

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Pelaku usaha wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyatakan akan mendukung pemerintah dalam menangani kasus Covid-19.

Diketahui di salah satu daerah terjadi aksi pengibaran bendera putih sebagai simbol protes kondisi PPKM. Namun untuk di Kabupaten Pangandaran, seluruh pelaku usaha wisata tidak akan melakukan hal itu.

“Kami komitmen akan mendukung program pemerintah dalam menekan kasus angka Covid-19,” kata Ketua BPC PHRI Pangandaran Agus Mulyana, Minggu (1/8/2021).

Agus menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh anggotanya agar patuh dan taat terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kami yakin apa yang menjadi kebijakan pemerintah itu untuk kebaikan. Dan jalan solusi dari persoalan yang terjadi,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pembudidaya Lebah Teuweul di Pangandaran Hasilkan Omzet Ratusan Juta

Agus mengimbau kepada pelaku usaha wisata untuk tidak melakukan gerakan yang bertentangan dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Wujud kepedulian kami dalam menekan kasus angka Covid-19 di antaranya menegaskan kepada jajaran pengurus dan anggota patuh terhadap protokol kesehatan,” terangnya.

Agus sudah menegaskan untuk tidak meniru aksi pengibaran bendera putih seperti yang terjadi di daerah lain.

“Harus kita sadari bersama bahwa pandemi akan segera berakhir bila kita kompak bersama melawan Covid-19,” ucapnya.

Agus juga meminta, kepada pelaku usaha wisata untuk mengikuti vaksinasi supaya kasus Covid-19 di Pangandaran mengalami penurunan.

“Sekarang Pangandaran level 3 PPKM, harapan kami dengan kesadaran untuk mengikuti vaksinasi yang masif, Pangandaran bisa menjadi level 2 dan pariwisata bisa kembali dibuka,” sebutnya.

BACA JUGA:  KUA PPAS 2021 Pangandaran Disepakati DPRD dan Pemkab

Ribuan Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Menanti Bantuan dari Pemprov Jabar

Ribuan pelaku usaha wisata yang terdampak PPKM di Kabupaten Pangandaran menanti bantuan dari Pemprov Jawa Barat.

Agus mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya terdata ada 7.685 pelaku usaha wisata se kabupaten.

“Saat ini mereka yang 7.685 orang sedang menantikan bantuan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Harapannya pelaku usaha wisata mendapat bantuan berupa uang tunai dan saat ini masih diverifikasi datanya.

“Untuk jumlah nominalnya kami belum tahu, yang jelas bantuan tunai,” terangnya.

Semua pelaku usaha pariwisata mulai dari karyawan hotel, pedagang kaki lima, tour guide, penyewaan sepeda dan lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan bantuan tersebut.

BACA JUGA:  Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Pangandaran, 91.839 Dosis Telah Disuntikan

“Kami berharap pemberian bantuan bisa berjalan lancar atau semua pihak yang benar-benar pelaku usaha wisata dan terdampak pandemi Covid-19,” tambahnya.

Agus tidak menghendaki setelah bantuan datang menimbulkan konflik atau kecemburuan sosial.

“Sejak diberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali sektor yang terdampak adalah pariwisata,” paparnya.

Jika diperhitungkan, kerugian yang dialami sejak PPKM Darurat Jawa-Bali Rp7 miliar. Maka dari itu, supaya Kabupaten Pangandaran masuk pada level 3, maka harus bersama-sama menerapkan protokol kesehatan. (R001/SMF)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles