Sabtu, 26 Sep 2020

Soal Gapura Kota Tahu, Legislator Sumedang: Harus Terima Dikritisi Warga

Baca Juga

Begini Cara Mengendarai Mobil Matik yang Baik dan Benar

Punya Mobil Matik? Begini Cara Mengendarai yang Baik dan Benar ruber.id -- Saat ini mobil matik atau mobil dengan persneling otomatis sudah banyak dipakai oleh...

Ibu dan Anak asal Buahdua Sumedang Positif Rapid Test, Dijemput Petugas Medis

BUAHDUA, ruber.id - Seorang ibu dan anaknya di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang dijemput petugas medis ber-APD lengkap, Kamis (1/4/2020) malam sekitar jam...

Garut Diguncang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami

Garut Diguncang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami GARUT, ruber.id -- Gempa magnitudo 5.1 skala richter mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (6/1/2020) pagi sekitar jam 06.12...

Histeris, Proses Eksekusi Rumah di Kota Bandung Diwarnai Aksi Adu Mulut

KOTA BANDUNG, ruber -- Eksekusi sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Karang Anyar, Kelurahan Astana Anyar, Kota Bandung diwarnai protes dan histeris dari pihak...

SUMEDANG, ruber.id – Komisi I DPRD Sumedang telah meminta Inspektorat Kabupaten Sumedang untuk memeriksa dengan seksama terkait gapura Kota Tahu.

Diketahui, gapura Selamat Datang di Sumedang Kota Tahu di Ciherang, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat ini seharusnya jadi tugu ikonik.

Karena, merupakan pintu masuk menuju wilayah Sumedang kota.

Namun nyatanya, setelah selesai dibangun, tugu ini menuai cibiran, khususnya dari warganet di media sosial.

Ketua komisi I DPRD Sumedang Asep Kurnia meminta Inspektorat Sumedang untuk melakukan pemeriksaan terkait gapura ini.

Asep berharap, Inspektorat dapat berkoordinasi dengan instansi lain dalam mengatasi situasi yang saat ini sedang terjadi.

Sehingga, seluruh permasalahannya dapat segera terselesaikan.

“DPRD, terutama kaitannya dengan komisi I, yang bermitra dengan Inspektorat telah meminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.”

“Tujuannya, untuk melihat seperti apa situasi dan kondisinya. Kemudian, nanti bisa dijadikan bahan untuk dilakukan pemeriksaan terkait gapura yang sedang viral ini,” kata Asep.

Saat ini, kata Asep, Komisi I DPRD akan terus memantau, sejauh mana perkembangannya.

Selain itu, bagaimana kesesuaiannya antara perencanaan dengan pelaksanaan.

“Karena hal ini tentunya harus sesuai,” kata Akur, sapaan akrab Asep Kurnia.

Asep menambahkan, DPRD Sumedang akan tetap konsen memberikan perhatian terkait isu yang berkembang di tengah warga, maupun di media sosial.

“Intinya, DPRD akan memberikan perhatian serius terhadap isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial terkait gapura ini.”

“Dan itu merupakan kapasitas DPRD, dengan meminta agar mitra kerja terkait, dapat melakukan penelitian, pengecekan, seperti apa kondisinya.”

“Apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak, ini harus jelas nantinya,” ucapnya.

Asep menilai, kritik dari warga terkait gapura ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pemerintah.

Maka dari itu, kata Asep, pemerintah juga harus menerima apa pendapat dari warga.

“Jika dipandang ini sudah selesai, tetapi warha memberikan penilaian yang begitu luar biasa, maka pemerintah juga harus bisa menampung aspirasi itu.”

“Sehingga nantinya, dapat menyesuaikan dengan keinginan warga,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumedang Titus Diah mengaku kecewa melihat tampilan gapura yang terkesan asal.

Bahkan, Titus mengira, desain gapura ini nantinya tidak akan jauh berbeda dengan gapura sebelumnya.

Karena seharusnya, kata Titus, gapura yang dibangun, setidaknya harus menunjukkan ciri khas jati diri Sumedang.

“Ya kecewa dari desainnya. Dan yang jadi pertanyaan, ketika perencanaan kenapa tidak dikaji dulu konsepnya?”

“Karena seharusnya itu, hasilnya llebih bagus dari gapura sebelumnya. Tapi kenyataannya, jadi hilang jati dirinya sebagai kota budaya,” ucapnya.

Pihaknya, kata Titua, akan terus mengawasi dan berkoordinasi dengan pemerintah, bagaiman kelanjutannya.

“Kami turut mengkritisi. Ke depan, pemerintah harus melakukan uji kelaikkan konsep serta anggarannya,” ujarnya. (R003)

Baca berita lainnya: Gapura Kota Tahu: Bikin Malu Pribumi, Jadi Bahan Tawa Warga Luar Daerah

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Warga Darmaraja Meninggal Positif COVID-19, Total Kasus Kematian di Sumedang Jadi 5 Orang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Warga asal Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dipastikan positif COVID-19.

Jeruk Lemon Sumedang Bisa Dikembangkan Layaknya Agrowisata Malang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Jeruk Lemon yang ditanam di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dapat dikembangkan menjadi agrowisata layaknya di Malang,...

Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Bagi muda-mudi di Kabupaten Sumedang yang ingin menjadi calon prajurit TNI, mulai dari calon Tamtama (Catam), Caba (Calon...

Febri Diansyah Pamit dari KPK

BERITA NASIONAL, ruber.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah pamit dari lembaga rasuah tersebut.

Warga Purbaratu Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kamaludin, 40, warga Kampung Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di Sungai Citanduy, Jumat...