Seni Teater dan Longser Semarakkan HUT ke-76 RI di Cigaraja Paseh Tasikmalaya

Longser PCB Paseh Tasikmalaya
Pemuda PCB Cigaraja Paseh Tasikmalaya gelar longser dalam menyemarakkan HUT ke-76 RI. andy/ruber.id

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Hiburan seni longser yang disuguhkan pemuda asal Lingkungan Cigaraja, Paseh, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya semarakkan HUT ke-76 RI.

Meski dilaksanakan di pengujung akhir Agustus, namun gelaran longser yang digagas Pemuda Cigaraja Bersatu (PCB) ini disambut antusias warga.

Perwakilan PCB Yopi Firmansyah mengatakan, seni pertunjukan sandiwara Sunda Longser yang berjudul Ntuy Rarabi.

Sandiwara Sunda ini digarap apik oleh sutradara M. Rifa Fachrezi W. Dengan aktor Yopi Firmansyah, Syarif Hidayat, Sahrul, Fauzi, M. Ii Rosid, Yusuf, Dimas, Taufik, Rismawan.

Kemudian nayaga (pemusik) yaitu Fariz, Tomi, Rifqi, Silmi, Jono, Epul, Papep, Hedi, dan Ari Ramdhani. Sedangkan untuk penta artistik oleh Dandi, dan panata cahaya oleh Ipang.

Baca juga:  Dandim Ajak Seluruh Warga Sumedang Berani Divaksin Covid-19

“Gelaran acara ini, dimulai dengan beberapa penampilan. Mulai dari pementasan tari kaulinan yang di bawakan pelajar tingkat sekolah dasae. Kemudian, diisi juga oleh Tarian Badaya yang disajikan oleh dua penari remaja wanita,” ucap Yopi.

Selain itu, turut dipentaskan pula seni pertunjukan teater berjudul Kampung Corona. Yang dipentaskan oleh teater Gawe SMK 3 Tasikmalaya.

“Juga diisi dengan pembacaan puisi, dan sebagai puncak pertunjukannya adalah seni pertunjukkan longser,” jelasnya.

Sementara, sutradara longser, Rifa menuturkan, tujuan dari gelaran seni yang digagas PCB ini untuk menghibur masyarakat.

“Selain menyuguhkan tontonan untuk dapat diapresiasi oleh warga, mudah-mudahan pertunjukan yang disajikan dapat mengedukasi masyarakat. Secara garis besar, isi cerita garapan ini berkisah tentang seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan ingin menikah. Dengan begitu banyak proses yang harus ditempuh apalagi saat ini masih dalam masa pandemi,” ucapnya.

Baca juga:  Gempa Bumi Guncang Tasikmalaya

Rifa berharap, jalan cerita dari garapan longser ini tidak hanya sebatas jadi tontonan saja. Melainkan, menjadi tuntunan bagi masyarakat.

“Pesan moral, sosial, budaya, yang tersirat dalam alur cerita yang dibawakan, balutan komedi mewarnai menambah semarak suasana,” katanya.

Rifa menyatakan, rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-76 RI ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari beberapa pihak. Baik dari pemerintahan setempat, juga dari PCB yang banyak berkontribusi untuk terselenggaranya acara ini.

Rifa berharap meski dalam situasi Pandemi, kreativitas berkesenian harus lebih ditingkatkan.

“Semoga seni pertunjukkan ini menjadi nilai edukasi bagi masyarakat. Dalam menghadapi situasi pandemi saat ini,” ujar Rifa.

Penulis: Andy Kusmayadi
Editor: D-AM