Sabtu, 15 Agu 2020

Rekap Data Penerima BLT, Perangkat Desa di Pangandaran Kerja Lembur

Baca Juga

Akhir Pekan Ini, Edin Dzeko Gabung Inter Milan

ruberSPORT -- Striker internasional Bosnia, Edin Dzeko semakin dekat dari pintu keluar AS Roma. Diyakini, striker gaek sarat pengalaman ini akan segera bergabung dengan klub...

Gubernur Jawa Barat Sentil Gapura Kota Tahu yang Viral di Media Sosial

DARMARAJA, ruber.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sentil gapura selamat datang di Kabupaten Sumedang Kota Tahu. Gapura memasuki...

Update Corona Kabupaten Tasikmalaya: Nambah 1, Warga Positif Corona Jadi Dua

TASIKMALAYA, ruber.id - Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat positif corona nambah satu. Jadi, hingga Minggu (10/5/2020) dini hari, pasien...

Berenang Cari Lobster di Pantai Cimanuk, Warga Tasikmalaya Hilang Terseret Ombak

TASIKMALAYA, ruber.id - Yana, 29, warga Kampung Sukamenak, Desa Cimanuk, Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya hilang terseret ombak di Pantai Cimanuk.

PANGANDARAN, ruber.id – Perangkat desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat rela kerja lembur demi melakukan pendataan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) di tengah pandemi virus Corona.

Salah seorang perangkat Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi Regit mengaku, dirinya rela kerja lembur lantaran pendataan yang dilakukan melalui beberapa proses dan tahapan.

Selain itu, data yang direkap oleh perangkat desa dituntut seakurat mungkin agar tepat sasaran.

“Kami harus kerja lembur, karena mengandalkan waktu jam kerja saja tidak cukup untuk merekap data,” katanya kepada ruber.id, Senin (18/5/2020).

Terlebih, pihaknya berharap saat BLT disalurkan ke masyarakat berjalan dengan normal dan tidak ada kendala teknis.

Sementara, kata Regit, salah satu kendala yang kerap dialami perangkat desa saat perekapan data adalah identitas calon penerima manfaat BLT.

“Kadang kan ada warga yang masuk kriteria penerima, tapi saat direkap dia tidak memiliki identitas kependudukan,” ujarnya.

Selain terkendala soal identitas warga, teknis penyaluran non tunai juga menjadi kendala, karena tidak semua masyarakat bisa berinteraksi cara membuat rekening ke perbankan.

“Calon penerima itu harus memiliki rekening bank yang sudah ditentukan, sedangkan sebagian masyarakat masih belum terbiasa membuat rekening ke bank,” tuturnya.

Regit mengungkapkan, ada kalanya kerja keras perangkat desa kerap menjadi bahan perbincangan dan selalu salah di mata orang yang kecewa, tanpa memberikan solusi yang tepat.

“Kami tidak anti kritik, tapi jika ada hal yang dinilai salah, sebaiknya dengan solusi yang tepat,” ungkapnya.

Kadang kala, kata Regit, kekecewaan masyarakat itu diluapkan melalui cuitan di media sosial, tanpa terlebih dahulu mengklarifikasi persoalan yang terjadi.

“Alangkah baiknya kita semua bijak menyikapi kondisi yang saat ini menjadi pandemi. Mari patuhi protokol COVID-19 dengan cara menggalakkan gerakan DJCM OKE,” imbaunya. (R001/smf)

BACA JUGA: BLT Dana Desa Mulai Dicairkan, Bantuan COVID-19 Tahap 2 di Pangandaran Telah Disiapkan

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...