24.4 C
Indonesia
Selasa, September 21, 2021
spot_img

Protes PPKM, FKP Sumedang: Kami Bisa Mati Kapan Saja

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pariwisata atau disingkat FKP Sumedang mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat yang terus memperpanjang PPKM.

Hal ini membuat sektor usaha pariwisata mulai dari objek wisata, hotel dan restoran di Sumedang tidak bisa beroperasi.

FKP Sumedang Curhat ke Bupati

Ketua FKP Sumedang H Nana Mulyana pun menyampaikan keluh kesah para pelaku usaha ini saat beraudiensi dengan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Selasa (2/8/2021).

Nana menjelaskan, Forum Komunikasi Pariwisata Sumedang terdiri dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Kemudian, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA).

Selanjutnya, Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Asosiasi Pengusaha Karaoke Sumedang (APEKS). Lalu, dari Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) dan Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS).

BACA JUGA:  Kerap Bikin Gaduh, Warga Tanjungsari Sumedang Ini Ternyata Pengguna Sabu
BACA JUGA:  32 Personel dan 9 Bhayangkari Polres Sumedang Positif Covid-19

“Selama pandemi dengan penerapan kebijakan PSBB dan PPKM ini sangat berdampak signifikan. Khususnya pada sektor pariwisata. Kami berharap, pemerintah dapat memberi saran, masukan, maupun edukasi untuk para pelaku pariwisata,” jelasnya.

Nana menyatakan, siap mendukung pemerintah dalam mencapai target vaksinasi. Sehingga, sektor pariwisata bisa kembali bangkit.

“Kami siap menjadikan objek wisata maupun hotel sebagai tempat vaksinasi. Supaya kita bisa segera bangkit dari pandemi ini,” ucapnya.

Pelaku Usaha Sudah Tidak Sanggup Bertahan, Serentak Kibarkan Bendera Kuning

Nana menjelaskan, jika pemerintah terus memperpanjang PPKM, para pelaku usaha sudah tidak sanggup lagi bertahan. Saat ini saja, sudah banyak pelaku usaha yang “mati”. Akibat, terlalu lama tidak bisa menjalankan operasionalnya.

BACA JUGA:  Lagi-lagi Akibat Korsleting, Rumah di Pamulihan Sumedang Ludes Terbakar

Bahkan, kata Nana, pelaku usaha sektor pariwisata saat ini sudah memangkas jumlah karyawannya hampir 80%.

BACA JUGA:  SPC Online Paragliding Festival 2021, Tak Diikuti Atlet Paralayang Asing

“Kami sudah tidak sanggup bertahan. Kami protes keras dengan terus diperpanjangnya PPKM ini. Rencananya, sebagai bentuk penolakan kami terharap PPKM ini, kami akan melakukan pemasangan bendera kuning secara serentak besok hari,” kata Nana.

Nana menjelaskan, selain sebagai bentuk protes. Pengibaran bendera kuning secara serentak ini juga mengartikan bahwa pelaku usaha pariwisata bisa “mati” kapan saja.

“Tapi sebaliknya, jika kebijakan pemerintah pro terhadap pelaku usaha pariwisata. Maka tentunya kami masih bisa terbantu untuk kembali bangkit,” jelasnya.

Tanggapan Bupati

Menanggapi curhatan para pelaku usaha pariwisata ini, Bupati Dony menyampaikan terima kasih kepada perwakilan pelaku pariwisata. Atas berkontribusi dan peran aktifnya dalam mematuh peraturan pemerintah. Dalam rangka menangani Covid-19, selama ini.

BACA JUGA:  Mantan Penyelenggara Pemilu Jadi Timses Capres, Bawaslu Sumedang: Tidak Ada Masalah

“Saya apresiasi Forum Komunikasi Pariwisata Sumedang. Karena telah mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. Termasuk, mendukung tercapainya target vaksinasi di Sumedang,” ucapnya.

Pemerintah, sambung Dony, akan terus berupaya agar warga terpenuhi kebutuhannya. Tapi tetap dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

BACA JUGA:  Kerap Bikin Gaduh, Warga Tanjungsari Sumedang Ini Ternyata Pengguna Sabu

“Saya harap para pelaku usaha dapat memahami kebijakan dari pemerintah. Kita bersama-smaa berikhtiar supaya ekonomi cepat pulih. Tapi juga selamat dari penyebaran Covid-19,” jelasnya. (R003)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles