Petani Tembakau Sumedang Rasakan Manfaat Ganda dari Bantuan Ternak Domba DBHCHT

Petani Tembakau Terima Bantuan Domba dari Pemkab Sumedang
Petani tembakau terima bantuan domba dari Pemkab Sumedang. */ruber.id

NEWS, ruber.id – Puluhan petani tembakau di wilayah sentra produksi Jatigede dan Tomo, Kabupaten Sumedang, merasakan dampak positif dari program bantuan ternak domba yang digulirkan pemerintah daerah.

Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, dinilai memberikan manfaat ganda.

Yakni, meningkatkan produktivitas pertanian tembakau, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi para petani.

Ketua Kelompok Tani Tembakau Cibeusi, Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, Dedi menyebutkan, domba bantuan tersebut telah berkembang pesat sejak pertama diterima.

“Awalnya kami hanya menerima belasan ekor. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang biak menjadi puluhan. Ini sangat membantu, terutama saat jeda musim tanam tembakau,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Baca juga:  Ridwan Kamil Cek Kesiapan Jalur Mudik Tol Cisumdawu

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Tembakau Sri Mandiri, Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede, Anung.

Ia menilai, keberadaan ternak domba memberi rasa aman bagi petani yang sering menghadapi ketidakpastian hasil panen.

“Panen tembakau kadang tidak stabil karena pengaruh cuaca. Dengan adanya domba, kami punya pemasukan cadangan.”

“Ketika ada kebutuhan mendesak, hasil pengembangbiakan domba bisa dijual,” tuturnya.

Ketua UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Tomo, Ujungjaya, dan Jatigede, Dedi Darmawan menjelaskan, pemilihan domba sebagai komoditas bantuan telah melalui diskusi antara Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

“Domba dipilih karena harganya terjangkau sehingga anggaran DBHCHT dapat menjangkau lebih banyak penerima.”

Baca juga:  Bupati Sumedang Lantik 381 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

“Semakin banyak petani yang dapat bantuan, semakin besar pula dampak pemberdayaan yang tercipta,” katanya.

Ia menambahkan, domba memiliki siklus reproduksi yang cepat, bahkan dapat berkembang biak hingga tiga kali dalam dua tahun.

Sehingga, mempercepat peningkatan populasi dan potensi pendapatan petani.

Selain memberikan peluang ekonomi, keberadaan ternak domba turut mendukung budidaya tembakau.

Kotoran domba dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang membantu menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas daun tembakau.

“Pupuk kandang dari domba mampu meningkatkan kualitas tembakau dibandingkan penggunaan pupuk kimia saja. Ini menjadi nilai tambah bagi petani,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, petani di Tomo dan Jatigede kini menjalankan dua sektor produktif sekaligus. Yaitu merawat tanaman tembakau dan beternak domba.

Baca juga:  Jalan Legok-Conggeang Sumedang yang Rusak Segera Diperbaiki

Kemudian, saling memperkuat dan memberikan nilai ekonomi berkelanjutan.

Program bantuan ternak domba berbasis dana DBHCHT ini diharapkan dapat terus berlanjut, mengingat manfaatnya yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi petani tembakau di Kabupaten Sumedang. ***