Monday, 25 May 2020

Mirip Demam Berdarah, Waspadai Penyakit Chikungunya yang Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Baca Juga

Puluhan Nelayan Pancing Tuna asal Jateng dan Jatim Segera Melaut di Pangandaran

Puluhan Nelayan Pancing Tuna Segera Beroperasi di Laut Pangandaran PANGANDARAN, ruber -- Pemkab Pangandaran mengundang sejumlah nelayan penangkap ikan tuna dari pantai selatan Jawa Tengah...

Hama Serang Ratusan Hektare Sawah di Karawang

KARAWANG, ruber - Ratusan hektare areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang diserang berbagai jenis hama atau organisme penganggu tanaman. Kondisi ini membuat Dinas...

Korban Tenggelam di Sungai Karawang Ditemukan dalam Kondisi Tewas

KARAWANG, ruber -- Setelah terus melakukan pencarian, tim SAR akhirnya menemukan Aep, remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Citarum, Karawang dalam kondisi meninggal dunia. BACA...

Gadis asal Pangandaran Jadi Korban Pelecehan di Jalan Raya

PANGANDARAN, ruber.id - Aksi pelecehan di jalan raya menimpa MA, gadis asal Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kejadian...

ruber.id — Demam berdarah saat ini menjadi penyakit yang sering menyerang. Banyak kasus penyakit DBD ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain demam berdarah, ada satu lagi penyakit yang juga kerap menyerang masyarakat yang berada di negara tropis. Yaitu chikungunya.

Chikungunya adalah virus yang ditularkan melalui nyamuk, dan di Indonesia dikenal dengan nama flu tulang.

Anda harus tahu bahwa jenis nyamuk yang menularkan virus ini sama dengan yang menyebarkan virus dengue dan Zika. 

Anda yang terinfeksi biasanya akan menderita demam dan nyeri sendi parah secara tiba-tiba di awal.

Melansir dari laman World Health Organization, virus ini pertama kali teridentifikasi selama wabah pada tahun 1952 di Tanzania.

Nama virusnya adalah Ribonucleic Acid (RNA) yang termasuk dalam genus alphavirus keluarga Togaviridae.

Diketahui, nama chikungunya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Kimakonde yang kurang lebih berarti “melengkung”.

Artinya, menggambarkan tampilan fisik penderita yang biasanya mengalami pembungkukan akibat nyeri sendi. Semua rentang usia dan jenis kelamin bisa terserang penyakit ini.

BACA JUGA: Penyakit Ini Ditandai dengan Demam Naik Turun, Waspadai Sebelum Terlambat!

Tapi, Anda bisa mengurangi paparan penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya.

Gejala chikungunya hampir sama dengan demam berdarah. Seperti demam, nyeri sendi, nyeri otot, sendi bengkak, sakit kepala dan kelelahan

Tak jarang bisa disertai dengan ruam yang mirip dengan campak, konjungtivitis (mata merah), mual, dan muntah.

Gejala-gejala ini biasanya muncul di antara 3-7 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Memang, penyakit ini umumnya tidak menyebabkan kematian, tetapi gejalanya bisa parah dan melumpuhkan.

Keparahan kondisi ini sangat berisiko terjadi pada lansia terutama yang memiliki penyakit kronis.

Umunnya, sebagian besar orang yang terinfeksi akan merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Tetapi, ada juga yang mengalami nyeri sendi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).

Update Corona Kota Banjar: Sudah 2 Pekan Tak Ada Tambahan Kasus Positif

BANJAR, ruber.id - Kabar baik, sudah dua pekan tidak ada tambahan kasus positif corona baru di Kota Banjar, Jawa Barat.