Tuesday, 7 Apr 2020

Pengakuan sang Ibu Anaknya Sering Diejek Bau Lontong, SMPN 6 Tasik Bantah Ada Bullying

Baca Juga

Warga Positif Corona Kerap Bepergian, Pemkab Garut Sulit Petakan Wilayah Terpapar

GARUT, ruber.id - Setelah merilis satu warganya positif COVID-19, Pemkab Garut Jawa Barat menyatakan saat ini sulit memetakan wilayah terpapar.

Jelang Final Copa America 2019, Messi: Ada Korupsi, Brasil Sudah Diatur Jadi Juara

ruberSPORT -- Jelang Final Copa America 2019 antara Brasil kontra Peru, kapten Timnas Argentina Lionel Messi menyulut kontoversi. Legenda hidup Barcelona ini menuduh jika perhelatan Copa...

Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk Belum Ditemukan

INDRAMAYU, ruber.id - Kamsiah, 70, kakek yang dilaporkan terjatuh di Sungai Cimanuk Bangodua, Bangodua, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Keluarga Tunggu Jenazah Korban Mutilasi di Malaysia, Rencana Dimakamkan di Pangandaran

CIAMIS, ruber -- Ai Munawaroh, 30, yang menjadi korban mutilasi di Malaysia, dipulangkan ke Indonesia Rabu (13/3/2019). Keluarga korban di Banjarsari, Kabupaten Ciamis dan Pangandaran kini...

TASIKMALAYA, ruber.id – Delis Sulistina, 13, pelajat kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya yang ditemukan tewas mengenaskan di drainase depan sekolahnya diduga merupakan korban bullying.

Dilansir ruber.id dari laman Kompas.com, ibunda Delis, mengaku pernah mendengar curhatan anaknya bahwa anaknya ini sering diejek zbau lontong’ oleh teman-temannya di sekolah.

Diketahui, selama ini, ibu kandung Delis memang berprofesi sebagai pedagang lontong.

Korban Delis, juga merupakan keluarga prasejahtera atau miskin di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Kerabat korban, Ade Munir, 56, menyampaikan hal ini ketika mendampingi ibu kandung Delis di rumah sakit.

Menurut Ade, korban dikenal sebagai anak yang senang di rumah dan jarang main hingga sore, apalagi sampai tak pulang.

Namun, kata Ade, berdasarkan keterangan dari ibu Delis, korban terlihat murung dan senang berdiam diri, sepekan sebelum diketahui hilang.

“Kata ibu korban, sering di-bully di sekolah. Dikata bau lontong, karena ibunya berdagang lontong,” ucap Ade di laman Kompas.com.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 6 Tasikmalaya Saefulloh mengaku, pernah mendapatkan informasi itu dari guru Bimbingan Pembinaan (BP) di sekolahnya.

Akan tetapi, laporan ini diklaim telah selesai dan dilakukan pembinaan kepada teman-temannya di sekolah untuk tidak mengulanginya lagi.

“Pernah ada laporan dari guru BP. Tapi, kalau korban bullying itu tidak benar. Kalau ada, itu paling anak- anak hanya bercanda,” ucapnya.

Saefulloh menuturkan, korban selama ini tercatat sebagai siswi cerdas dan berprestasi di sekolah.

Pihak sekolah berharap, kasusnya bisa cepat terungkap dan diketahui penyebab kematiannya oleh pihak berwajib.

“Saya berharap kasusnya cepat terungkap oleh polisi,” sebutnya. (Kompas.com)

Baca berita lainnya: Hilang Selama 5 Hari, Siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Rentan Terpapar Corona, 100 Jurnalis di Depok Jalani Rapid Test

DEPOK, ruber.id - Seratus jurnalis yang aktif melakukan peliputan di wilayah Depok, Jawa Barat menjalani tes rapid test, Senin (6/4/2020).

Pamsimas di Sumedang Selatan Ditutup Warga, Ini Alasannya

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Masyarakat di Lingkungan RT 05/04 tutup Pamsimas di Desa Sukagalih, Sumedang Selatan, Sumedang, Senin (6/4/2020).

Di Sumedang Utara, Bantuan untuk Pedagang di Sekolah Sudah Disalurkan

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Bantuan sembako dari Pemkab Sumedang, Jawa Barat sudah dibagikan kepada para pedagang di sekolah.

Warga Sumedang Tewas Tersambar Petir

UJUNGJAYA, ruber.id - Kiki Arta, 59, warga Duaun Pasir Tengah RT 01/05, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang tewas tersambar petir, Senin (6/4/2020)...

Ada Lapak Asik, BPJamsostek Sumedang Pastikan Layanan Klaim JHT Normal Selama Pandemi COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - BPJamsostek (Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Ketenegakerjaan) Kantor Cabang Sumedang memastikan setiap pelayanan pencairan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) berjalan...