Minggu, 16 Agu 2020

Sekolah Bila Tatap Muka Lagi, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp7 Miliar Untuk Beli Face Shield

Baca Juga

Bawaslu Kota Depok Lantik 33 Anggota Panwas Kecamatan

Bawaslu Kota Depok Lantik 33 Anggota Panwas Kecamatan KOTA DEPOK, ruber.id -- Bawaslu Kota Depok, Jawa Barat melantik dan mengambil sumpah/janji 33 Panwas Kecamatan se...

BPJS Ketenagakerjaan Sumedang Serahkan Santunan Manfaat JKK Rp146 Juta

SUMEDANG, ruber -- BPJS Ketenagakerjaan Sumedang memberikan pelayanan Pick Me Up Service kepada pesertanya. Program ini bertujuan untuk memberikan Service Excellent bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepala...

Bupati Sumedang: Positif Corona Jadi 2 Orang dan 6 Lainnya Terindikasi COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - Tujuh warga Sumedang, Jawa Barat yang telah menjalani rapid test positif COVID-19. Dari tujuh warga tersebut,...

Seorang Pendaki Hilang di Gunung Guntur Garut

GARUT, ruber.id - Seorang pendaki dilaporkan hilang di Gunung Guntur, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Sabtu (4/7/2020).

PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran, Jawa Barat mewajibkan peserta didik memakai face shield atau pelindung wajah bila sistem belajar dilakukan secara tatap muka.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya akan mengirim surat ke Gubernur Jawa Barat terkait kesiapan dibukanya kembali kegiatan belajar di sekolah.

“Sekarang Pangandaran sudah zona hijau pada peta kewaspadaan COVID-19. Orang yang positif Corona, PDP dan ODP sudah tidak ada (zero),” kata Jeje belum lama ini.

Jika Pemprov Jabar memperbolehkan peserta didik di Pangandaran belajar secara tatap muka, Pemkab sudah mempersiapkan untuk membeli 81.000 face shield.

Dengan jumlah pelindung wajah sebanyak itu, kata Jeje, seluruh siswa di Pangandaran akan terpenuhi, termasuk sekolah di bawah Kemenag (Kementerian Agama).

“Persiapan untuk belajar di sekolah lagi sudah disiapkan, anggarannya sekitar Rp7 miliar. Semua murid dikasih pelindung wajah, tapi tetap harus pakai masker juga,” ujarnya.

Jeje menuturkan, penutupan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah saat pandemi virus Corona merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Tak sedikit orang tua yang merasa risau akibat lamanya belajar di sekolah belum diperbolehkan kembali. Dirinya menyadari bahwa itu merupakan hal mendasar dan rasional.

“Dalam waktu dekat ini kami akan kirim surat ke Pak Gubernur. Bila perlu datang ke Kemendikbud. Supaya belajar di sekolah di Pangandaran ini bisa dibuka kembali,” tuturnya.

Sebagai komitmennya, kata Jeje, Pemkab akan menyiapkan face shield dan masker bagi seluruh siswa yang ada di Kabupaten Pangandaran. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Dinilai Berhasil Tangani COVID-19, Pemkab Pangandaran Dapat Dana Insentif Daerah Tambahan Rp14.9 Miliar

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Terus Melonjak, Total Akumulasi 67 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus melonjak. Sabtu (15/8/2020), ada tambahan 12 orang.

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.